Kasus Pembacokan Imam Masjid di OKI, Supriadi: Tidak Ada Indikasi SARA atau Organisasi Terlarang

133
Kabid Humas, Kombes Pol Drs Supriadi MM.

PALEMBANG – Kapolda Sumsel melalui Kabid Humas, Kombes Pol Drs Supriadi MM mengimbau masyarakat dan keluarga korban penganiayaan yang menyebabkan M Arif (61) meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit, usai dibacok pelaku saat sedang salat Maghrib di Masjid Nurul Iman, Tanjung Rancing, Kayu Agung, OKI, beberapa waktu lalu, agar tetap tenang dan tidak main hakim sendiri.

“Jangan sampai terjadi main hakim sendiri dan serahkan kasus penganiayaan ini kepada Polisi khususnya Polres OKI,” pinta Supriadi, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (15/9).

Supriadi pun menegaskan, dalam kasus tersebut murni tindakan tindak pidana kriminalitas dan tidak ada indikasi SARA atau organisasi terlarang sebagaimana berita yang beredar dimasyarakat saat ini.

“Tapi murni rasa ketersingungan atau dendam pribadi pelaku,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tindak Pidana Penganiayaan yang terjadi di kota Kayu Agung hingga mengakibatkan korban an. M. Arif Meninggal Dunia (MD).

Penganiayaaan tersebut terjadi tepat pada Hari Jum’at (11/9/2020) sore, sekitar pukul.18.15 WIB di dalam Masjid Nurul Iman LK.III RT.07, Kel. Tanjung Rancing Kec. Kayu Agung, Kab. OKI.

Kejadian bermula ketika Pelaku Meyudin (49), yang merupakan Marbot dan Ketua Perlengkapan Masjid Nurul Iman merasa tidak senang dan tersinggung karena kunci kotak amal diminta oleh Korban yang merupakan Ketua Masjid pada saat  selesai Salat Jum’at.

Lalu pelaku timbul niat untuk menganiaya korban dengan senjata tajam pada saat salat Mahgrib. Selanjutnya, pada saat korban menjadi Imam salat maghrib, pelaku yang sudah merencanakan itu dengan cepat menyerang dan membacok korban menggunakan senjata tajam jenis pedang panjang bergagang plastik.

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka bacok dibagian leher atas kiri. Kemudian korban dibawa ke RSUD Kayuagung lalu di Rujuk ke RS Charitas Palembang.

“Pelaku an. Meyudin diamankan AIPDA. Khoirul Sobri dan Jamaah Masjid Nurul Iman yang sedang salat mahgrib, kemudian pelaku diserahkan untuk diamankan di Polsek Kayuagung.

Kapolres OKI sendiri sudah mendatangi rumah korban dan RT setempat. Untuk meredam keluarga korban agar tidak melakukan serangan balasan terhadap pelaku maupun keluarga pelaku,” jelas Supriadi.

Laporan : King III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here