Kasus Kekerasan di RL, Didominasi Kekerasan Seksual

0
189

Sumateranews.co.id, BENGKULU – Pemerintah daerah terus mengupayakan untuk memberikan perhatian penuh bagi kaum wanita dan anak-anak, dari tindak kekerasan fisik, kekerasan seksual maupun kekerasan dalam rumah tangga, melalui berbagai upaya pendampingan hukum dan pembekalan keluarga berencana.
Namun upaya tersebut nampaknya belum mampu menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong.
Tahun 2016 lalu Rejang Lebong tercatat sebagai daerah dengan angka kekerasan tertinggi se-Provinsi Bengkulu, untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Terhitung sejak Januari hingga Desember 2016 terdapat 134 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Harapan dari banyak pihak, jika di tahun 2017 angka tersebut akan menurun signifikan, namun kenyataannya tak berbeda jauh dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat sejak januari hingga juli 2017 saja, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Rejang Lebong sudah mencapai 77 kasus dalam kurun waktu 1 semester pertama di tahun 2017.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P3A PPKB) Rejang Lebong, Nunung Tri Mulyanti SKM MM. mengungkapkan bahwa jumlah kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak terus meningkat, tentunya dilatarbelakangi beberapa faktor. Di antaranya faktor ekonomi, perkembangan teknologi, dan kemajuan zaman. “Dinas P3A PPKB Rejang Lebong terus mengupayakan metode penanganan serta penyuluhan keluarga berencana guna menekan jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak,’’ ujarnya.
Dari 77 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, 70 % di antaranya merupakan kasus kekerasan seksual sebanyak 54 kasus. Sementara sisanya masuk dalam kategori kekerasan fisik dan KDRT sebanyak 23 kasus.
Nunung menargetkan hingga akhir tahun 2017 ini, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di semester kedua tak menyamai rekor di tahun sebelumnya sebagai daerah tertinggi se-Provinsi Bengkulu, tentunya dengan dibantu peran serta masyarakat agar dapat memahami akan pentingnya membangun keluarga yang harmonis.
Laporan : Benny Septiadi
Editor : Imam Ghazali
Posting : Andre