Kasus DBD di Aceh Singkil, Meningkat Sejak 8 Tahun Terakhir

3

Sumateranews.co.id, ACEH SINGKIL – Sedikitnya sudah ratusan masyarakat Aceh Singkil yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dan positif terjangkit, masyarakat yang terkena dampak DBD pada tahun 2019 ini adalah terparah sejak tahun 2012 yang lalu.

Salah seorang warga Kampung Pulo Sarok Kecamatan Singkil atas nama Yanti di statusnya di media sosial menjelaskan sudah banyak anak dan orang dewasa terkena DBD di kawasan Perumahan BRR.

“Tolong kepada Dinas Kesehatan atau Puskesmas Singkil. Agar melakukan fogging di Komplek BRR. Karena sudah banyak orang dewasa dan anak-anak terkena DBD,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil Edi Widodo saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, bahwa sedikitnya sudah ada 140 lebih laporan dari enam puskesmas yang ada di Aceh Singkil warga yang terkena DBD sejak Januari 2019.

“Saat ini kita sudah menangani 140 lebih kasus DBD yang tersebar di enam kecamatan. Seperti Kecamatan Pulau Banyak, Singkil, Singkil Utara, Gunung Meriah, Danau Paris, dan Singkohor. Dan semuanya itu positif DBD,” kata Edi, Jumat (8/11/2019).

Kita sudah melakukan fogging di setiap daerah yang terjangkit DBD. Namun sebelum melakukan fogging tim kita turun ke lokasi dan melakukan pengecekan terhadap laporan yang kita terima. Mungkin hari ini di wilayah BRR Singkil akan dilakukan fogging, tambahnya.

Menurut Edi, tahun ini adalah tahun terbanyak sejak 2012. “Maka dengan itu kita menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga lingkungan agar terhidar dari demam berdarah tersebut,” tutur Edi.

Disampaikan juga, bahwa fogging tidak serta merta dapat memusnahkan semua jentik nyamuk. Karena fogging dilakukan hanya di dalam dan pekarangan rumah. Sedangkan di parit-parit fogging tidak bisa dilakukan.

Maka agar terhindar dari demam berdarah, masyarakat harus turut serta menjaga lingkungan. Dengan cara membersihkan selokan dan sampah yang tergenang air. “Jentik nyamuk di dalam air tidak bisa dimusnahkan hanya dengan fogging,” terangnya.

Laporan : Ramail

Editor.    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here