Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Gemas Lacona Desak Wako Palembang Berlakukan PSBB Tahap III

497
foto ilustrasi Covid-19.

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Gemas Lacona merilis data kasus terkonfermasi positif Covid-19 di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan kembali mengalami peningkatan selama beberapa hari terakhir. Melonjaknya jumlah kasus Covid-19 ini menurut Gemas Lacona, selain tidak diperpanjangnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap II dan mulai diberlakukannya new normal, juga masih minimnya kesadaran masyarakat terhadap protocol kesehatan.

Berdasarkan data kasus covid-19 di Kota Palembang yang berhasil dihimpun oleh Tim Gemass Lacona per 30 Juni 2020 yakni, untuk jumlah terkonfirmasi positif meningkat menjadi 1361 pasien, meninggal 62 orang, dan untuk status Orang Dalam Pemantuan (ODP) mencapai 5537 orang.

Ketua Gemass Lacona, Andreas OP menilai ada pelanggaran berat protokol covid-19 di masa transisi ini oleh para pelaku usaha dan pemerintah kota khususnya tim gugus tugas yang melongarkan aktivitas warga kota Palembang.

Bahkan, hasil pengamatan dan investigasi tim Gemass Lacona, disampaikan Andreas OP, yang menyasar di beberapa tempat seperti pasar tradisional, mall, hotel, rumah makan, cafe di Kota Palembang, banyak sekali ditemukan pelanggaran protokol covid-19 yang tidak dipatuhi dan dijalankan dengan tertib oleh pelaku usaha dan masyarakat diantaranya soal physcal distanching,  penerapan cuci tangan, serta penggunaan masker oleh pengunjung dan penyedia tempat usaha.

“Dengan adanya pelanggaran tidak mematuhi protokol covid-19, maka harus ada tindakan tegas oleh Wali kota Palembang selaku ketua tim gugus tugas covid-19 melalui tim gugus tugas yang di tempatkan di mall, pasar dan pusat keramaian lainya untuk tetap menindak pelanggaran protokol covid-19,” ungkap dia, Kamis (2/07).

Andreas OP menambahkan, bahwa pihaknya akan segera melayangkan surat protes secara resmi ke Pemerintah Kota Palembang sehubungan dengan makin meningkatnya jumlah yang terkonfirmasi positif covid19 di Kota Palembang pasca PSBB satu dan dua.

“Kami meminta adanya tindak lanjut penanganan covid-19 dan bisa mengoptimalkan penggunaan dana covid 19 sebesar 480 M, untuk dapat di kucurkan secara tepat dan terarah,” imbuh dia.

“Bukan itu saja, kami juga akan mendesak DPRD kota Palembang untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait dengan anggaran dana covid-19, jika transparasi penggunaan dan alokasi dana tersebut untuk jaring pengaman sosial selama pandemi covid-19 ini tidak dikucurkan segera,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andreas OP menegaskan pihaknya juga mendesak Wali Kota Palembang untuk segera kembali menerapkan PSBB tahap III sebagai upaya   peningkatan pencegahan Covid-19 akibat terus meningkatnya jumlah pasien covid-19 di Kota Palembang.

“PSBB tahap III ini kami meminta untuk penerapannya lebih diperketat, terukur dan melibatkan lebih banyak pihak yang terkait sebagai bentuk evaluasi PSBB sebelumnya yang kami anggap gagal dan adem-adem saja didasarkan pada indikator korban jiwa dan pasien terpapar positif covid-19.” tegasnya.

“Kami memrediksi dalam kurun dua bulan ke depan jumlah pasien covid-19 akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai angka 2000 an kasus di Kota Palembang. Hal ini dikarenakan masih banyak pasien hasil testnya yang belum di proses dan sedang diproses hasilnya yang berimbas pada meningkatnya jumlah positif covid-19 di Kota Palembang,” sebut Andreas.

Apabila dalam penanganan covid-19 terkesan lamban dan tidak cepat dilakukan pemerintah Kota Palembang, sambung Andreas, maka tidak menutup kemungkinan prediksi tersebut akan menjadi kenyataan dan akan dikhawatirkan Kota Palembang akan menyandang kembali predikat zona merah atau wilayah beresiko tinggi penularan covid-19 di Sumatera Selatan.

“Gemass Lacona meminta Mendagri melalui Gubernur Sumatera Selatan untuk dapat memberhentikan Wali kota Palembang jika dinilai gagal dalam penanganan Covid-19 di Kota Palembang. Hal ini selaras dengan arahan yang disampaikan Presiden RI untuk menindak Gubernur, Bupati, Walikota yang tidak serius menangani perang terhadap covid-19, dan jangan main-main dengan bencana kesehatan ini,” pungkasnya.

Laporan : Rilis/Danu III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here