Kasus Baru dan Kematian Kanker di Sumsel Masih Tinggi

0
386

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Masih tingginya kasus baru dan angka kematian penderita kanker payudara serviks dan prostat di Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh instansi terkait khususnya para pengurus komunitas Cancer Information & Support Center (CISC) Sumsel yang dilantik di Griya Agung, Sabtu (2/6).

Menurut Ketua CISC Sumsel, Leni Mardiana,  menurut data dari Kementerian Kesehatan RI terkait kanker payudara serviks dan prostat di tahun 2013, penderita di Sumsel hampir mencapai angka 4 ribu penderita. Sementara, penderita yang terdaftar di CISC baru mendekati angka 300 orang. Jadi, masih sangat banyak penderita yang belum terdata di CISC.

“Untuk data tahun 2017, kami belum melihatnya. Tetapi yang pasti, hampir setiap hari kematian akibat kanker payudara itu ada. Begitupun dengan kasus baru yang setiap hari banyak ditemukan,” ungkapnya.

Masih kata Leni, kendala yang terjadi di Sumsel adalah jumlah pasien dengan jumlah tenaga ahli belum sesuai. Selain itu, terkadang masih terkendala dengan keadaan rumah sakit yang sedikit sulit beradaptasi dengan kondisi sakit pasien.

Kendala lain adalah alat radiasi satu-satunya untuk kemoterapi yang ada di RS Muhamad Husin (RSMH) sedang mengalami kerusakan. Apalagi, alat itu menjadi tumpuan penderita kanker payudara yang ada di Sumatera, bukan hanya di Sumsel saja.

“Kami sangat berharap bantuan dari pihak terkait untuk pengadaan alat sinar radiasi agar bertambah menjadi dua atau tiga alat. Karena dalam setahun alat itu bisa rusak berkali-kali, karena hampir setiap hari dipakai oleh pasien,” lanjutnya.

Jelasnya, lanjut Leni, pekerjaan rumah CISC adalah bagaimana mengubah pola pikir masyarakat sehingga mereka tidak lagi datang berobat jika sudah masuk stadium lanjut (sudah parah).

“Setelah ini (pelantikan pengurus), kami akan segera berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit dan dinas terkait. Kami juga akan segera melaksanakan program-program yang ada, termasuk training serta sosialisasi. Seminar kesehatan terkait kanker juga akan dirutinkan,” ujarnya seraya menambahkan jika kanker sangat mungkin disembuhkan apabila penderita berobat ke tempat yang tepat.

Sementara, Ketua CISC Pusat, Aryanthi Baramuli Putri yang turut hadir melantik bersama Gubernur Sumsel mengatakan bahwa untuk menangani masalah kanker (prostat atau previks) itu tidak bisa sendiri. Perlu dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah daerah.

“Kami sangat senang karena hari ini pengurus CISC Sumsel secara resmi dilantik, dan mendapat dukungan dari berbagai pihak khususnya Gubernur Sumsel,” ungkapnya seraya tersenyum.

Persoalan yang ada sekarang itu, lanjut Aryanthi, para penderita kanker datang berobat setelah stadium lanjut. Hal itu dapat dikikis dengan cara-cara sosialisasi. “Diharapkan, CISC Sumsel dapat menyosialisasikan itu ke seluruh kabupaten/kota di Sumsel, sehingga masyarakat mengetahui bagaimana gejala dan penanganan kanker secara medis,” harapnya.

CISC juga mempercayakan Leni Mardiana untuk menakhkodai CISC Sumsel karena merupakan salah satu penderita yang berhasil dalam pengobatan medis (survivor). Selain itu, Leni juga aktif di beberapa organisasi, sehingga pihaknya berpikir jika Leni adalah orang yang tepat.

“Kami harapkan kepada pengurus yang sudah dilantik bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan visi CISC yaitu menyosialisasikan masyarakat peduli kanker,” pungkasnya.

Laporan          : Irfan

Editor/Posting : Imam Ghazali