Kasat Lantas Prabu: Sepeda Motor Bukan Mesin Pembunuh

0
258
ilustrasi net

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH– Pelanggaran lalulintas atau penggunaan sepeda motor khususnya di kalangan pelajar dianggap lumrah oleh sebagian orang tua saat ini. Apabila dilihat dari kondisi faktual, hal ini menjadi buah simalakama, dimana di usia pelajar tersebut banyak menjadi pelaku atau korban kecelakaan berlalulintas.

Oleh karenanya, hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi pihak Satlantas Polres Prabumulih. Bahkan di awal tahun 2018 inipun, Satlantas berupaya untuk menekan angka kecelakaan berlalulintas dan korban di kalangan pelajar.

“Karena itu, di tahun 2018 ini kami akan menekan angka laka di kota Prabumulih. Kami mengimbau kepada pihak sekolah untuk tidak memfasilitasi penggunaan kendaraan bermotor bagi para siswa dan siswinya ke sekolah. Dan juga kepada pelajar yang tak punya SIM agar tak menggunakan kendaraan di jalan,” ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasat Lantas, AKP Nofrizal Dwiyanto SH ketika dikonfirmasi Selasa siang (2/1).

Ia mengatakan, perlunya aturan larangan pelajar atau kalangan usia remaja di bawah umur yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah maupun jalan raya di kota nanas ini hendaknya harus segera diterapkan. Sebab, kata dia, bila tak segera hal tersebut dapat memicu meningkatnya kembali angka kecelakaan lalulintas kendaraan bermotor yang melibatkan anak di bawah umur.

“Keselamatan berlalu lintas untuk anak-anak perlu menjadi perhatian seluruh stakeholder yang ada di Kota Prabumulih ini khususnya. Sepeda motor bukan mesin pembunuh, karena dampak dari kecelakaan merupakan halangan bagi pemenuhan hak anak untuk hidup,” katanya.

Menurut Nofrizal, dalam persentase angka kecelakaan lalulintas terbesar terjadi selama ini pada pengguna sepeda motor.  Angka korban jiwa tertinggi terjadi pada rentang usia 16 hingga 30 tahun yang mencapai 60 persen dari total korban jiwa pada triwulan ke-3 tahun 2017.

“Iya jadi anak-anak yang mengendarai sepeda motor ataupun menjadi penumpang sepeda motor masuk dalam kelompok rentang usia dengan jumlah korban jiwa tertinggi saat ini. Maka dari itu, Dinas pendidikan pun diharapkan aktif membuat aturan pelarangan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah,” tuturnya.

Sementara, terkait perlunya diterapkan aturan larangan pelajar atau kalangan usia remaja di bawah umur untuk membawa kendaraan bermotor ke sekolah itupun mendapat dukungan dari sebagian kalangan orangtua pelajar. Salah satunya, Edo Rusyanto (48), pria asal Betawi ini menyatakan setuju bila hal tersebut segera diterapkan dinas terkait.

“Kalau penerapan larangan pelajar bawa sepeda motor itu diterapkan saya sangat setuju sekali mas, aturan pelarangan ini juga menjadi salah satu instrument dari dunia pendidikan selain proses edukasi. Kota Prabumulih bisa mencontoh dinas Pendidikan DKI Jakarta yang telah mengeluarkan larangan anak sekolah membawa kendaraan bermotor ke sekolah,” tandas Edo yang mengaku tinggal menetap di kawasan Jalan Padat Karya, Gunung Ibul ini.

Laporan          : AD

Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article