Karhutla Kembali Meningkat, Pangdam II/SWJ Tegaskan Jajarannya Ambil Langkah Penanggulangan

26

 Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi dibeberapa daerah di Provinsi Sumsel dalam beberapa hari ini kembali berdampak pada meningkatnya kabut asap di Kota Palembang. Seperti kebakaran lahan yang terjadi di lahan gambut sekitar kawasan jalan tol Palembang-Indralaya, tepatnya di KM 08 Palembang, Jumat malam (6/9).

Selain mengganggu pandangan mata para pengemudi kendaraan yang melintas di jalan tol akibat kepulan asap tebal yang timbul dari kebakaran lahan tersebut, kobaran api juga terus merambat dan mengancam perumahan penduduk yang ada di sekitar lokasi kebakaran.

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., pun langsung merespon dan mengintruksikan jajarannya yang tergabung dalam Satgas Karhutla untuk segera mengambil langkah-langkah penanggulangan Karhutla agar kebakaran lahan tersebut tidak semakin meluas.

“Pangdam II/Swj secara tegas telah menginstruksikan kepada Dansubsatgas dan seluruh jajarannya yang tergabung dalam Satgas Karhutla yang bertugas di daerah masing-masing di wilayah Kota / Kecamatan / Kabupaten yang menjadi langganan karhutla untuk mengambil langkah dan menindaklanjuti secara serius penanganan karhutla di Sumsel”, ungkap Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan, Kamis (5/9/2019).

Dia mengungkapkan, dalam beberapa hari ini kondisi aktual kebakaran hutan dan lahan di Prov. Sumsel telah terjadi peningkatan data Hotspot yang cukup signifikan yang terpantau pada aplikasi Lapan Fire, ini juga ditandai dengan adanya peningkatan kejadian kebakaran khususnya di wilayah-wilayah rawan karhutla yang merupakan lahan rawa yang mulai mengalami kekeringan seiring masukknya musim kemarau.

Dari hasil laporan yang diterimanya pada Kamis (5/9/2019) lalu masih terjadi kebakaran lahan di beberapa wilayah Sumsel, seperti di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) di Pulau Gading Dusun Muara Merang, Desa Muara Medak, Bayung Lencir dan di Desa SP 2 Air Balui Kec. Sange Desa, 15 hektar. Kemudian Kab. Muara Enim, di Desa Gumai Kec. Gelumbang, 10 hektar, milik PT. SAA (Sumatera Alam Anugerah). Di Kab. OKI, di Desa Sungai Bungin, Pangkalan Lampam 3 hektar, di Desa Pedu, Kec. Jejawi 2 hektar, di Desa Pagar Dewa, Mesuji 10 hektar dan di Desa Trans Kota Bumi, Tanjumg Lubuk 5 hektar. Kab. Banyuasin, di Desa Tanah Pilih, Banyuasin di zona Telang, Taman Nasional Sembilang. Kab. Ogan Ilir (OI), di Desa Tanjung Dayang Selatan, 3 hektar dan di Desa Sukananti Lama, Rantau Alai 3 hektar.

“Total luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari 51 hektar”, kata Kapendam. Dia juga mengungkapkan, terjadinya kebakaran lahan yang terdekteksi terjadi di beberapa wilayah di Sumsel disebabkan oleh banyak faktor, baik faktor alam ataupun ulah manusia.

“Untuk memaksimalkan upaya pemadaman karhutla, kita telah mengerahkan personel tambahan sebanyak 70 orang dari Subsatgas 1 (Kodim 0402/OKI) untuk membantu proses pemadaman di Desa Medak, Bayung Lencir bergabung dengan Subsatgas 2 (Kodim Muba). Selain itu, sudah ada bantuan helikopter Water Bombing sebanyak 5 unit”, tukasnya.

Sumber : Pendam II/SWJ

Editor.   : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here