Kapolres Prabu Ingatkan Masyarakat Waspadai Hoax

0
273

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Perkembangan teknologi yang begitu cepat juga saat ini tak luput diantisipasi oleh jajaran Polres Prabumulih. Ini dilakukan agar waktu menjelang hingga hari H Pemilihan umum 2019 mendatang, tak ada gesekan-gesekan yang terjadi akibat berita hoaks maupun ujaran kebencian.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SH SIk MH mengatakan, kemajuan zaman yang terus berkembang telah membedakan antara Pemilu 2014 dengan Pemilu mendatang. Menurutnya, pada pemilu 2014 yang lalu belum ada isu-isu Sara ataupun ujaran kebencian yang disebarkan melalui media sosial (medsos).

“Tentu di masa sekarang ini, dengan mengikuti perkembangan teknologi yang semakin cangkih, isu-isu Sara, hoax atau juga ujaran kebencian begitu mudah disebar luaskan yang dapat menjadi pemicu kerusuhan di masyarakat,” ujar AKBP Tito, Jumat (14/9) lalu.

Guna mengatasi hal itu, AKBP Tito mengaku bahwa jajaran kepolisian khususnya Polres Prabumulih telah melakukan tindakan baik preventif, maupun represif yakni pencegahan bagi masyarakat yang memungkinkan dapat melakukan hal tersebut. Selain itu, pihaknya juga tak segan-segan akan menindak para pelaku yang dengan sengaja melakukan penyebaran hoax dengan kepentingan tertentu.

“Jadi ada dua strategi polri karena ranahnya preventif dan represif. Untuk dimensi preventif dilakukan penanggulangan,” katanya.

Dikatakan Tito, dalam hal ini pihaknya juga menggandeng para tokoh pemuka agama agar dapat menjadi penengah dan memberikan pemahaman yang baik bagi masyarakat, terlebih agama memiliki potensi untuk disalahgunakan demi kebutuhan tertentu.

“Kita lihat tren yang berkembang bukan lagi semata-mata politik. Outputnya politik, tetapi metode yang digunakan adalah agama, ketika doktrin agama dijadikan metoda dalam hoax maka kita dipastikan kita tidak lagi memiliki ruang keraguan, maka yang jadi kolaborator sosialnya adalah tokoh agama,” tuturnya seraya mengatakan, yang dilakukan polisi dengan melibatkan sebanyak mungkin siapa pun beliau dari tokoh baik agama budaya untuk cooling sistem sosial.

Lebih lanjut Kapolres mengimbau, kepada masyarakat agar dapat selektif dalam memilah informasi. Menurutnya, di era yang serba digital harus lebih waspada dan peduli terkait informasi yang diterima dan selalu mengedepankan keragu-raguan kan sebuah informasi untuk diyakini bahwa benar sebuah fakta.

“Termasuk bapak ibu dan anak, ketika kita gunakan gadget sisakan ruang keraguan, keraguan itulah yang mendorong kita untuk rasa ingin tahu dan dorongan untuk selalu tabayyun (menyeleksi setiap informasi),” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mudah menyebarkan sebuah informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Sebab kata dia, secara otomatis yang menyebarkan berita hoak merupakan pelaku pasif yang kemudian dapat merugikan orang lain.

“Saya jujur ketika seorang yang tidak tahu itu adalah hoax tapi di share itu dia adalah pelaku. Jadi saya ingatkan, kalau tidak kami ingatkan kan saya salah,” tandasnya.

Laporan          : AD
Editor/Posting : Imam Ghazali