Kapolres OI Beberkan Tindak Pidana 2017

0
231

Sumateranews.co.id, OGAN ILIR- Sepanjang tahun 2017, sebanyak 451 kasus tindak pidana Curas, Curat, dan Curanmor atau 3 C terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Hal itu diungkapkan Kapolres OI AKBP Gazali Ahmad saat menggelar press release akhir tahun 2017 ini di halaman Mapolres OI, Kamis (28/12/2017) sore.

Kapolres mengatakan, dari total 451 tindak pidana itu ada sebanyak 261 kasus yang berhasil diselesaikan atau sampai ke tahap pengadilan. Untuk jumlah tindak pidana pada tahun 2017 ini mengalami penurunan dibanding tahun 2016 lalu. “Khusus untuk kejahatan 3C di tahun ini mengalami penurunan sebanyak 110 kasus atau 32,16  persen,” kata Kapolres kepada awak media.

Kapolres menambahkan, untuk Curas ada sebanyak 61 tindak pidana dan yang berhasil diselesaikan ada 39 kasus, Curat 140 kasus dan yang berhasil diselesaikan ada 75 kasus sedangkan untuk Curanmor ada 31 kasus dan yang berhasil diselesaikan hanya ada 7 kasus.

“Untuk barang bukti roda dua ada 27 unit, tiga masih kita selidiki 20 sudah kita kirim ke Kejaksaan dan empat sudah dikembalikan. Untuk roda empat hanya ada satu unit, sedangkan senjata api rakitan ada 7 buah, lima masih kita selidiki dan dua sudah dikirim ke Jaksa Penuntut Umum atau JPU,” jelasnya.

Kapolres juga menegaskan, berdasarkan atensi dari Kapolri pihaknya mengimbau kepada warga untuk melapor dan menyerahkan jika masih menyimpan dan memiliki senjata api. “Kami berjanji tidak akan menindak jika warga dengan sadar menyerahkan senjata api mereka, namun jika ditemukan atau kedapatan kami akan memberikan tindakan tegas,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk kasus narkoba tahun ini ada sebanyak 105 laporan atau kasus dan yang berhasil diselesaikan sebanyak 80 kasus dengan jumlah tersangka 131 orang. ” Laki-laki ada 123, perempuan ada 7 dan 1 orang anak-anak,” tambah Kapolres.

Selain itu selama operasi cipta kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru kemarin, polisi juga menyita ratusan botol minuman keras berbagai merk serta petasan berbagai jenis dan ukuran.

Laporan             : H. Sanditya Lubis

Editor/Posting    : Imam Ghazali