Kapolres Banyuasin Bersama Tim Posko Terpadu 01 Talang Kelapa Padamkan Karhutla di Desa Pangkalan Benteng

95

Sumateranews.co.id, BANYUASIN, – Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar, S.IK dan Tim Satgas Karhutla Posko Tepadu 01Talang Kelapa melakukan cek TKP dan pemadaman api di area lahan terbakar di Desa Pangkalan Benteng, Banyuasin, Senin (14/10).

Dia jelaskan, saat ini jumlah titik hotspot mencapai 80 % di lokasi Desa Pangkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin dengan Koordinat : 2°51’39, 104°39’39”,14.9″M,68•.

Dari hasil pengecekan hotspot dimana lokasi jalan Tirto Mulyo Desa Pangkalan Benteng Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin dengan Koordinat 2°51’39• 104°39’39”,5,2m47

“Terjadi kebakaran yang mana luas kebakaran 50 hektare, penyebab belum diketahui dan investigasi lahan masyarakat / kebun karet. Motif belum diketahui serta pemilik lahan Samino, Heri dan Ruslan,” kata Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar, S.IK.

Menurut Kapolres Danny, langkah antisipasi dan penanggulangan bersama masyarakat dan Damkar dalam membantu pemadaman api serta memasang Police line dan Spanduk peringatan di lahan yang terbakar tersebut.

KEGIATAN PENYIDIKAN/PENYELIDIKAN YANG TELAH DILAKUKAN

Kemudian dilakukan penyidikan dan penyelidikan dengan memeriksa pemilik lahan dan saksi-saksi, yakni Rusman Effendi (50) warga RT 07 Susun III Desa Pangkalan Benteng, Kades Pangkalan Benteng Sri Heru (52) dan Suryadi

“Pemasangan Police line telah dilakukan  di sekitar lahan yang terbakar dan BB yang diamankan berupa 1 (satu) bungkus abu pembakaran, 1 PDAM/Proses Pemadaman,” jelas Danny.

Sementara, Karhutlah terjadi pada Minggu 13 Oktober 2019 sekira jam 20.30 WIB dimana Anggota Polsek Talang Kelapa mendapat informasi dari saksi sekira pukul 20.30 WIB, dan kemudian anggota Polsek Talang Kelapa mendatangi TKP.

“Telah terjadi kebakaran yang menghanguskan sebanyak lebih kurang 50 Hektare lahan / kebun milik warga dan kebun pohon karet milik sdra Samino, Heri dan Ruslan. Api masih menyala dan sulit dipadamkan karena medan sulit dijangkau dan perjalanan api sudah meluas,” pungkasnya.

Laporan : Herwanto

Editor.   : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here