Kanit Reskrim Polsek Mesuji Makmur Tewas Tertembak, Setelah Sempat Baku Tembak dengan 6 Perampok Rumah Toke Karet

3021
KASUS PERAMPOKAN BERSENPI DI MESUJI MAKMUR OKI: Setelah sempat mengejar dan terjadi baku tembak dengan 6 (enam) pelaku perampok bersenpi, Bripka Afrizal (33) akhirnya tewas di lokasi kejadian. Kanit Reskrim Polsek Mesuji Makmur OKI ini tewas setelah bagian tengah dadanya tertembus peluru milik para pelaku perampokan.

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG – Setelah sempat mengejar dan terjadi baku tembak dengan 6 (enam) pelaku perampok bersenpi, Bripka Afrizal (33) akhirnya tewas di lokasi kejadian. Kanit Reskrim Polsek Mesuji Makmur OKI ini tewas setelah bagian tengah dadanya tertembus peluru milik para pelaku perampokan.

Peristiwa saling jual beli tembakan ini terjadi, di jalan Dusun 5 desa Beringin Jaya, Kecamatan Mesuji Makmur, OKI atau berjarak sekitar 1,5 kilometer dari kediaman Kodri (40), toke karet yang menjadi korban curas para pelaku perampokan, Minggu dini hari (2/6/2019) sekitar pukul 02.30 WIB tadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian. Sebelumnya, Bripka Afrizal usai kejadian sempat dibawa ke Puskesdes pembantu Desa beringin jaya, dan kemudian dirujuk ke Puskesmas Bina Karsa Mesuji Makmur. Diduga korban meninggal di lokasi kejadian (TKP). Sementara korban Kodri, warga Desa Beringin Jaya kini masih dirawat intensif di RSUD Kayuagung karena mengalami luka tembak pada bagian perut sebelah kiri dan paha.

Informasi yang diterima menyebutkan, peristiwa yang sempat membuat geger warga Mesuji Makmur OKI ini bermula saat Kanit Reskrim Polsek Mesuji Makmur, Bripka Afrizal bersama anggotanya, Bripda Mahmudi keluar kantor untuk melaksanakan giat patroli di desa-desa wilayah hukumnya, pada Sabtu siang (0/6/2019) sekitar 13.00 WIB WIB.

Selanjutnya, Minggu dini hari (2/6) sekitar jam 01.00 WIB, kedua anggota kepolisian ini mampir di Pos Kamling yang berada di Desa Beringin Jaya, dan sempat mengobrol dengan beberapa petugas jaga disana. Tak lama kemudian salah satu petugas poskamling mendapat telpon dari warga yang menginformasikan bahwa rumah pak Kodri sedang terjadi Curas, dan saat itu pelaku masih berada di dalan rumah korban.

Mendapatkan informasi tersebut, Bripka Afrizal, dan Bripda Mahmudi bersama Kades Beringin Jaya, Masdi dan petugas pos kamling serta dibantu warga sekitar langsung menuju ke rumah pak Kodri (TKP).

Saat perjalanan menuju TKP dari poskamling, atau tepatnya berjarak kurang lebih 1.5 kilometer ditengah-tengah perjalanan, rombongan mendengar teriakan warga bahwa para pelaku, sedang melewati jembatan. Saat itulah, Bripka Afrizal yang berboncengan dengan Kades, dan Bripda Mahmudi serta warga yang ikut dari poskamling melihat ada 3 motor masing-masing berboncengan (6 pelaku) berjalan dengan kecepatan tidak terlalu kencang sambil mengarahkan senter kejalan. Melihat itu, Bripka Afrizal kemudian mengajak warga untuk mengepung, namun pelaku masih dalam posisi mengendarai motor berteriak “tembak” berulang-ulang.

Khawatir terhadap keselamatan warga, kemudian Bripka Afrizal memberikan tembakan peringatan beberapa kali. Namun pelaku membalas dengan menembakan senjata apinya secara membabi buta ke arah korban dan warga, hingga membuat warga lari dan ada yang tiarap menyelamatkan diri.

Setelah melihat pelaku melarikan diri, Bripda Mahmudi kemudian mencari Bripka Afrizal dengan berteriak memanggil namanya berapa kali. Tetapi tidak ada respon, dan setelah dicari akhirnya korban ditemukan sudah tergeletak di pinggir jalan dengan posisi telungkup, dan ketika di cek oleh rekannya, korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan ditemukan luka tembak pada bagian tengah dadanya. Saat dicek denyut nadinya sudah tidak bergerak.

Selanjutnya, dibantu warga tubuh korban langsung dibawa ke Puskesdes pembantu Desa Beringin Jaya, dan dari situ Bripka Afrizal dinyatakan telah meninggal dunia. Lalu di rujuk ke Puskesmas Bina Karsa, Mesuji Makmur OKI.

“Diduga pak Afrizal sudah meninggal saat di lokasi kejadian, sementara Kodri (korban) warga Desa Beringin Jaya, diketahui mengalami luka tembak di bagian paha dan perut sebelah kiri dan saat ini korban telah di rujuk ke RSUD kayuagung. Ia ditembak saat rumahnya dirampok 6 (enam) pria bersenjata api,” sebut salah satu warga, sembari mengucapkan berbela sungkawa dan menyebut korban pahlawan karena berani dan mempertaruhkan nyawanya saat menghadapi 6 perampok kejam dan sadis.

“Semoga para pelakunya segera ditangkap, dan dihukum setimpal karena memang sudah sangat meresahkan,” tukasnya.

Laporan : Yudhi/Aliaman

Editor     : Donni

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here