Pelabuhan Batubara Beroperasi di Tungkal Ulu Diduga Illegal, Diperparah Limbah Cemari Sungai

0
320
Kangkangi ‘PP RI No.61 Tahun 2009’ Pelabuhan Batubara Beroperasi di Tungkal Ulu Diduga Illegal, Diperparah Limbah Cemari Sungai

TANJAB BARAT Sudah lebih lima tahun beroperasi Pelabuhan Batubara yang berlokasi didaerah Tungkal Ulu Kabupaten Tanjab Barat Provinsi Jambi ini, diduga ilegal alias tanpa mengantongi izin perpelabuhanan, Selasa (23/03/21).

Demikian juga tenaga kerja yang bekerja di pelabuhan tambang batubara diduga tidak terdaftar dalam Dinas Ketenagakerjaan dan trasmigrasi di daerah.

Pelabuhan batubara ini juga menimbulkan limbah yang mengalir kesungai sekitar sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

Hal ini tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia NO 61 Tahun 2009 Tentang Kepelabuhanan.

Dari hasil pantauan awak media ini, terdapat ada dua perusahaan yang membangun dermaga pelabuhan batubara disepanjang aliran Sungai Asam ini yang dikenal dengan pelabuhan PT INTEGRA dan PT PIR.

Saat dikonpirmasi wartawan pihak menejemen PT INTEGRA, melaui Wakil Manager yang ada dilokasi  tersebut yang berisinal (ED) menyebutkan.

“Ya mengenai izin, itu urusan bos, saya pak disini hanya bekerja, tetapi yang saya tau, kami disini hanya numpang tanah kepada seseorang,” sampainya.

Sedangkan pihak managemen dari PT PIR tidak dapat ditemui oleh awak media ini.

Dalam hal ini pihak BLHD Daerah mengaku belum mengetahui persis terkait  kegiatan kedua pelabuhan batubara tersebut.

Laporan : Ngl III Editor : Syarif