HeadlinePalembang

Kamis, Ribuan Mahasiswa dan Buruh Gelar Aksi Tolak RUU Omnibuslaw di Kantor DPRD Sumsel

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Ribuan   mahasiswa dan Aliansi Buruh Serikat Pekerja Buruh Sumsel yang diwakili oleh Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Sumsel, akan menggelar aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law pada Kamis (19/03/2020) mendatang.

Hal tersebut dikatakan Ketua DPW PPMI Sumsel Charma Afrianto SE, saat Rapat Konsolidasi Akbar, terkait Menolak Rancangan Undang-undang Omnibus Law, di Hotel Amaris Palembang Jalan Demang Lebar Daun Sabtu,(14/03/2020).

Masih dikatakan Charma,  mengenai aksi demo yang akan di laksanakan pada hari Kamis tersebut yakni, Universitas Muhammadyah, UKB, PGRI, UIN, Stisipol Candaradimuka Palembang dan yang lain.

“Rancangan undang-undang ini, menjadi undang-undang yang akan menyusahkan Masyarakat Indonesia ke depannya. Ada beberapa poin penting yang menjadi hal mendasar seperti diperlakukan oleh Omnibuslaw tanpa batas waktu kemudian dihapuskan,” ujar Charma.

Lanjut Charma, keputusan mutlak di tangan Presiden Republik Indonesia yang bisa mengganti undang-undang, hanya dengan tipe peraturan Presiden jadi itulah poin-poin penting yang menurut pihaknya sangat tidak berpihak.

Maka untuk itu, Mahasiswa dan Buruh bersatu, Sumsel insya Allah akan mengadakan aksi demo besar di Kantor DPRD Provinsi Sumsel, untuk menyampaikan Aspirasi, untuk mendesak DPRD Provinsi Sumsel,” jelasnya.

Lebih lanjut Charma menjelaskan, yang mana, Mahasiswa dan Buruh Sumsel siap bergabung dalam konsolidasi akbar nasional pada tanggal 23 Maret 2020 di DPR RI.

“Konsolidasi Akbar ini, terus dilakukan Rapat  untuk aksi demo di Sumatera Selatan pada tanggal 19 maret 2020 nanti, di  Kantor DPRD Provinsi Sumsel dan mengajak semua barisan Mahasiswa tidak peduli siapa saja tanpa pandang bulu untuk konsen menolak Omnibuslaw,  kemudian mengajak semua Serikat Pekerja Aliansi Buruh konferensi buruh yang ada pemusatan untuk bergabung bersama dalam aksi demo,”ucapnya

Sementara, Perwakilan dari Mahasiswa Sekjen BEM UMP Caisar Aditya menambahkan, Pihaknya membentuk perangkat aksi demo kemudian poin-poin yang akan menjadi tuntutan di tanggal 19 Maret 2020 nanti.

Kemudian, untuk Aksi Tanggal 19 maret 2020 ini akan pihaknya akan bergabung bersama Mahasiswa/i yang mana Universitas yang tergabung dalam aksi ini adalah, Universitas Muhammadyah, UKB, PGRI, UIN, stisipol dan yang lainnya akan segera berkonsolidasi tergabung, yang berjumlah lebih kurang 1200 Massa.

“Pihaknya tidak akan mundur sampai tuntutan yang kita ajukan itu di terima oleh Ketua DPRD Sumsel, dan ditanda tangani langsung oleh ketua DPRD  Provinsi Sumatera Selatan,”tegasnya

Lebih lanjut, yang mana kajian kawan-kawan bersama dalam rangkaian rancangan Undang-undang Omnibuslaw banyak terdapat pasal-pasal yang merugikan masyarakat, dan juga ini menjadi salah satu masuknya investasi asing, yang mana itu sangat terbuka lebar sehingga dikhawatirkan banyaknya penumpang- penumpang gelap yang akan melakukan ekspansi di dalam investasi di Indonesia.

” Dirinya Berharap, untuk secara umum tuntutan kita itu dikabulkan kemudian secara khusus tentu kita berharap agar rancangan undang-undang Omnibuslaw ini segera dibatalkan dengan upaya-upaya seperti yang akan kita lakukan di tanggal 19 Maret ini,” pungkasnya.

Laporan : Abi/Herry/Rilis

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button