Kakemenag Kampar Dampingi Gubernur dan Kakanwil Riau Kunjungi Ponpes Gontor Putri 7 

23

Sumateranews.co.id, RIAU – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, dampingi langsung Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr H Mahyudin MA, saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor Putri 7 Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, pada Senin (13/07/2020).

Dalam kunjungan tersebut Alfian menjelaskan tentang Protokol kesehatan Covid-19, yang telah dilakukan oleh pihak Ponpes Gontor Putri 7 Rimbo Panjang. Dimana mulai hari ini Ponpes Gontor Putri 7 Rimbo Panjang kembali melaksanakan proses pembelajaran secara Tatap Muka, selama masa Corona Virus Desease (Covid – 19) beralih ke system daring / Virtual.

Gubernur Riau ketika diminta tanggapan dan harapannya terhadap proses pembelajaran selama Covid – 19 di Lingkungan Pondok Pesantren mengatakan, seluruh elemen harus menerapkan disiplin Kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid – 19. Dalam melakukan proses pembelajaran harus berlaku disiplin, disiplin dalam penggunaan Masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air serta keluar masuknya pengunjung pada Pondok Pesantren.

“Kita mengharapkan disiplin tetap di pertahankan, seperti disiplin memakai masker, disiplin mengatur jarak dan displin mencuci tangan dengan sabun dan air untuk saat ini anak-anak jangan ada menerima orang dari luar, sekalipun orang tua sendiri karena kita sayang dengan anak, kita harus belajar dari negara-nagara maju yang telah melaksanakan pembelajaran setelah terjadi proses belajar mengajar, terjadi lagi penularan. Kita tidak harapkan hal tersebut terjadi di Riau,” tandas Gubernur Syamsuar.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau mengatakan dalam proses pembelajaran tatap muka pada Pondok pesantren harus menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak/sosial distensing seperti ruang belajar kapasitas 30 orang diisi dengan 15 orang.

“Pondok Pesantren kita sudah menerapkan protokol kesehatan seperti pada ruang belajar yang berkapasitas 30 orang dijadikan 15 orang artinya sudah dilaksanakan social distancing yang bagus. Pada asrama juga sudah menerapkan protocol kesehatan dengan melakukan proses sebelum memasuki areal asrama. Kami bersyukur dan berterima kasih pada pondok pesantren kita mudah – mudahan ini adalah barometer untuk pondok pesantren yang lain dalam menerapkan Protokol kesehatan pada pondok pesantren”, pungkasnya.

Laporan : Arifin III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here