Kajari OKI: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kecurangan Pemilu

832
KAWAL KASUS KECURANGAN PILEG: Kasus dugaan kecurangan pemilu pileg 2019 di Kabupaten OKI diminta agar dikawal sampai tuntas. Hal itu disampaikan oleh Kajari OKI, Ari Bintang Prakoso Sejati SH,.MH.Li saat menggelar berbuka puasa bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu dan panti jompo, dikantornya, Selasa malam (28/5/2019) kemarin.

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ari Bintang Prakoso Sejati SH,.MH.Li meminta awak media terus mengawal kasus dugaan kecurangan Pemilihan Legislatif (pileg) di Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran OKI.

Hal itu dikatakan oleh Kajari OKI disela-sela kegiatan acara berbuka puasa dan silahturahmi bersama seluruh pegawai dan Purnawirawan dengan para wartawan di OKI sekaligus pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan orang tua jompo di Kantor Kejari OKI, Selasa (28/5/2019).

Ari Bintang membocorkan, hasil pemeriksaan Gakkumdu OKI pada pileg 2019 di Desa Sukaraja terdapat kecurangan.

“Hasil pemeriksaan di Gakkumdu OKI, murni kecurangan pemilu. Jadi tidak ada toleransi bagi kecurangan pemilu, kasus tetap lanjut,” tegasnya.

Dirinya pun meminta para awak media yang hadir, agar terus mengawal kasus tersebut.

“Tolong dikawal, usai lebaran kasusnya sudah naik ke kita (Kejari OKI, red),” tandasnya, seraya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan awak media maupun masyarakat OKI kepada Kejari OKI.

Seperti diketahui, kasus dugaan kecurangan pemilu pileg 2019 DPRD Kabupaten di OKI menjadi sorotan masyarakat OKI. Berawal pada Rabu (15/5/2019) sekelompok masyarakat yang tergabung dalam “Masyarakat OKI Peduli Pembangunan Demokrasi Pemilu Jurdil 2019 melakukan aksi unjuk rasa atau demo di depan Kantor Bawaslu dan Gakkumdu OKI.

Massa menuntut pihak Bawaslu dan Gakkumdu agar Independent dan dapat memberikan sanksi tegas kepada siapa saja yang melakukan kecurangan Pileg 2019 untuk diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku terutama yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Bahkan hal tersebut sempat menjadi viral baik dimedia cetak, online maupun dimedia elektronik (televisi), masyarakat mendesak dugaan kasus kecurangan pemilu 2019 terutama di Dapil 1 Kab.OKI di Desa Sukaraja Kec.Pedamaran OKI agar diusut tuntas.

Bahkan sebagai bentuk kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Bawaslu dan Gakkumdu OKI, pengunjuk rasa memberikan cindera mata kepada kedua lembaga tersebut sebuah sehelai Kain Putih sebagai perlambangan bahwa Bawaslu masih putih bersih dan masyarakat yakin masih ada orang yang berdiri diatas kebenaran.

Kasus Kecurangan Pileg di Desa Sukaraja sendiri resmi dilaporkan oleh Abdul Hamid dengan nomor laporan 03/LP/PL/KAB/06.12/IV 2019 dengan terlapor KPPS TPS 01 Desa Sukaraja; Mamduh dan KPPS TPS 05 Desa Sukaraja; Latif PPS Desa Sukaraja dan Dr Muhammad Tito Narudin.

Dari hasil penelitian dan pemeriksaan tim Bawaslu dan sentra Gakkumdu OKI serta berdasarkan hasil pleno menyebutkan KPPS TPS 01 Desa Sukaraja diduga memenuhi unsur pelanggaran tindak pidana pemilu dan adanya keterlibatan oknum Kades, selanjutnya diteruskan kepada Kepolisian Resort Kab.OKI untuk ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dan informasinya, kasus kecurangan pemilu di Desa Sukaraja tersebut telah dilimpahkan oleh Bawaslu OKI pada Rabu tanggal 22 Mei 2019 sebagaimana dengan tanda bukti lapor (TBL) Nomor: TBL/681/V/2019/Sumsel/Res.OKI dengan tahap pemeriksaan para saksi-saksi pelapor.

Laporan : Aliaman

Editor     : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here