Kadinkes OI Ajak Masyarakat Jalankan Germas

51

Sumateranews.co.id, INDRALAYA- Berdasarkan Inpres No 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), maka saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit. Perubahan gaya hidup masyarakat ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi) dalam 30 tahun terakhir.

Pada era 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis (TBC), dan Diare. Namun sejak 2010, penyakit tidak menular (PTM) seperti Stroke, Jantung, dan Kencing Manis memiliki proposi lebih besar di pelayanan kesehatan. Pergeseran pola penyakit ini mengakibatkan beban pada pembiayaan kesehatan negara, maka dari itu Kabupaten Ogan Ilir melalui Dinas Kesehatan juga harus memperhatikan dan menjalankan secara kesadaran diri tentang Germas. Demikian kata Kadinkes Ogan Ilir Dr Nur Herlina di ruang kerjanya, Selasa (21/8).

Dengan demikian, Germas menjadi momentum bagi masyarakat guna membudayakan pola hidup sehat. Germas adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen masyarakat dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan Germas harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian, mulai proses pembelajaran hingga menuju kemandirian.

Di katakan Dr. Nur Herlina Germas meliputi kegiatan seperti melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban.

Sementara itu, Kabupaten Ogan Ilir sendiri saat ini menghadapi musim kemarau, diharapkan kepada masyarakat selain menjalankan Germas juga lebih bijak mengggunakan air bersih. Bepergian menggunakan masker karena banyak debu, BAB jangan di sembarang tempat (MCK) dan hindari mengonsumsi makanan dengan pengawet atau berformalin terutama pada anak anak.

Untuk menghadapi musim pancaubah mendatang dari kemarau ke musim hujan agar membersihkan selokan, membersihkan kamar mandi dengan rutin, menjaga peralatan di sekitar jangan sampai digenangi air agar tidak menjadi sarang nyamuk. ‘’Supaya DBD dan Malaria dapat diminimalisir,’’ tandas Doktor S3 Universitas Indonesia ini.

Laporan          : Lubis
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here