Kabag Hukum Tubaba Sesalkan Sikap Arogan Kepala Tiyuh Kibang Budijaya

46
KABAG HUKUM TUBABA: Kabag Hukum Tulang Bawang Barat, Sofian Nur, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/9/2019). Sofian sangat menyayangkan dan menyesalkan sikap arogan yang dilakukan oleh Kepala Tiyuh Kibang Budijaya, saat hendak dikonfirmasi para pewarta.

Sumateranews.co.id, TUBABA – Kepala Bidang (Kabag) Hukum Tulang Bawang Barat (Tubaba), Sofian Nur sangat menyayangkan dan menyesalkan sikap arogan yang dilakukan oleh Kepala Tiyuh Kibang Budijaya, saat hendak dikonfirmasi para pewarta.

“Sangat disayangkan sikap atau etika arogan yang dilakukan Tobroni Kepala Tiyuh Kibang Budijaya. Apalagi sampai mengancam, itu sangat tidak dibenarkan,” ungkap Sofian Nur, saat dibincangi di ruang kerjanya, Selasa (24/9/2019).

Menurut Sofian Nur, seharusnya Kepala Tiyuh Kibang Budijaya tidak melakukan hal tersebut apalagi dirinya seorang pejabat publik yang harus memberikan pelayanan.

“Jika benar terjadi demikian dan kita lihat dari etika seorang pejabat publik jelas itu salah, karena berbicara kasar saja itu tidak dibenarkan untuk seorang pejabat publik apalagi sampai mengancam,” jelasnya.

Seharusnya, dijelaskan Sofiyan, sebagai salah satu fungsi pejabat publik atau aparatur Tiyuh ialah memberikan pelayanan dan memberikan informasi agar masyarakat dan publik mengetahui sejumlah kegiatan yang dilakukan.

“Didalam undang-undang Keterbukaan Informasi Publik itu kan sudah jelas diatur ada Hak dan ada kewajiban, bahwa pejabat publik atau kepala Tiyuh atau desa minimal memberikan informasi terkait program dan pembangunan di masing-masing tiyuh yang ia pimpin. Namun dalam hal ini ada informasi yang dikecualikan, seperti rincian anggaran, Surat pertanggung jawaban dan ada beberapa hal lainnya, hal itu agar penerima informasi tidak salah pemahaman,” jelas Sofiyan Nur.

Mesti mengaku dirinya belum memahami dengan jelas kebenaran permasalahan tersebut, namun Sofian masih sangat menyayangkan etika seorang pejabat publik yang dilakukan oleh kepala tiyuh tersebut.

“Saya harap permasalahan ini tidak berlarut-larut, dan seharusnya kepala tiyuh tersebut berjiwa besar untuk meminta maaf atas kesalahannya dalam ber-etika sebagai pejabat publik. Saya rasa ini hanya permasalahan miss komunikasi saja, jadi saya harap semuanya bisa diselesaikan dengan kepala dingin,” harapnya.

Laporan : Dedi

Editor   : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here