JPKP Ajak Warga Awasi Pengelolaan Dana Desa

121
AWASI DANA DESA: Ketua JPKP Banyuasin, Indo Sapri saat ditemui dikantornya, di kantornya, di Jalan Reoseli, Kelurahan Pangkalan Balai, Banyuasin, Kamis (2/5/2019). Dirinya mengajak warga untuk mengawasi bersama pengunaan Dana Desa (DD).

Sumateranews.co.id, BANYUASIN – Organisasi Masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Cabang Banyuasin terus berusaha mengawal pembangunan desa demi terwujudnya kesejateraan warga yang pengelolanya melalui dana desa (DD).

“Banyak hal yang menjadi temuan JPKP di lapangan, terutama kurang transparannya Pemerintah Desa mengenai bangunan apa saja yang dibangunkan hingga ada kesan dana desa dikendalikan penuh oleh oknum Kades,” ungkap Ketua JPKP Banyuasin, Indo Sapri ketika dibincangi media ini, di kantornya, di Jalan Reoseli, Kelurahan Pangkalan Balai, Banyuasin, Kamis (2/5/2019).

Menurut Indo Sapri, dari hasil investigasi timnya di lapangan masih banyak ditemukan kejanggalan dalam pengunaan dana desa. Diantaranya kurang transparannya pengunaan dana desa sehingga banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

Indo mencontohkan, seperti laporan atas temuan tim di Desa Air Senggris Kecamatan Suak Tapeh. Mulai dari tidak adanya papan transparansi, yang bisa diketahui masyarakat terkait bangunan apa saja yang telah dibangunkan melalui anggaran Dana Desa tersebut.

”Papan transparansi ini penting dan sudah jadi keharusan Pemerintah Desa memasang papan itu guna diketahui khalayak ramai demi terbuka seluas-luanya info pembagunan desa,” tegasnya.

Masih kata Indo, hal ini tentu patut dicurigai dan menjadi tugas bersama. Pihaknya juga berharap masyarakat dapat mengawasi pembangunan di desa masing-masing agar dana yang dikucurkan Pemerintah Pusat tidak sia-sia dan mubazir dikarenakan tidak tepat sasaran.

Terpisah, Kades Air Senggris melalui Sekdesnya Juhar, menuturkan papan transparansi sebelumnya ada namun tidak berapa lama hilang.

“Sudah pak sebelumnya ada namun entah kenapa bisa hilang, bukan itu saja banyak barang di kantor Desa Air Senggris hilang, Seperti alat elektronik rata-rata banyak yang hilang,” aku Juhar, kepada sumateranews.co.id.

Bahkan diakui Sekdes, dirinya juga terkadang kesulitan menemui dan menghubungi Kadesnya.

“Memang Kepala desanya jarang ada ditempat, begitupun ditelpon juga jarang konek, mungkin kesibukan beliau yang memang banyak bisnis,” tandasnya, tanpa menyebutkan usaha bisnis apa yang digeluti Kades. Bahkan, saat wartawan media ini mencoba menghubungi nomor Kades Air Singgris, sudah dalam kondisi tidak aktif.

Laporan : Herwanto

Editor     : Donny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here