Jembatan Air Aman Lubuk Batang – Peninjauan OKU Putus, Mulai Memakan “Korban”

317

Kendaraan Bermuatan 3 Ton Dilarang Melintas

OKU – Kondisi Jembatan Air Aman yang terletak di Desa Lubuk Batang Lama, Kecamatan Lubuk Batang, OKU kini memprihatinkan dan putus sehingga tidak bisa dilintasi oleh kendaraan bermuatan lebih dari 3 ton.

Bahkan putusnya jembatan penghubung antar Kecamatan Lubuk Batang dengan Kecamatan Peninjauan OKU diduga akibat pekerjaan galian gas ini telah menimbulkan korban.

Seorang pengendara sepeda motor warga Lubuk Batang mengalami kecelakaan setelah motornya terbalik dan menyebabkan menderita patah gigi dan luka-luka, Sabtu (24/10) pagi.

“Sudah ada korban,” sebut Reja Putra (20 tahun), salah.satu warga Lubuk Batang Lama.

Dijelaskannya, kecelakaan terjadi setelah seorang ibu-ibu mengendarai sepeda motor dan hendak melintasi jembatan provinsi tersebut.

Diduga karena panik dan tidak bisa melintasi ujung badan jembatan yang putus menyebabkan sepeda motornya terbalik dan jatuh.

‘Akibatnya perempuan tersebut patah gigi dan luka-luka,” ujar Reja Putra, saat dibincangi awak media.

Dari pantauan, terlihat kondisi badan jalan ambles dan terputus diduga akibat adanya pekerjaan tanah galian gas. Tak hanya itu, pada bagian dinding sebelum jembatan telah longsor.

Diduga jembatan air aman ini terputus karena terjadi tanah longsor. Bahkan tampak di pinggir jembatan juga sudah terjadi tanah longsor sehingga mengakibatkan badan jembatan ambles dan terputus, pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB..

Kadin PU Bina Marga Sumssl Tinjau Jembatan Putus

Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga langsung merespon cepat putusnya jembatan Air Aman.

“Info kerusakan jembatan diperoleh dari warga yang sibuk di lokasi dalam mengatur jalan para warga yang ingin menyeberangi jembatan, akibat kerusakan jembatan ini hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melintasi jembatan air aman. Sementara kendaraan mobil bermuatan lebih dari 3 ton dilarang melintas,” sebut Kepala Dinas PU Bina Marga Sumssl, Budi Dharma, ditemui saat meninjau lokasi jembatan, Sabtu (24/10) siang.

Dia katakan, dari pantauan di lapangan tidak jauh dari pinggir jembatan yang ambles terdapat kegiatan proyek APBN Jaringan gas (Jasgas) yang dikerjakan oleh PT.Pratiwi Dharma.

Budi Dharma mengatakan informasi jembatan Ambles dan terputus ini dia dapat dari medsos dan informasi laporan masyarakat

“Jembatan akan segera kita perbaiki agar masyarakat di kedua kecamatan antara Kec Lubuk batang dan Kec Peninjauan di kab Oku ini dapat melintasi kembali jembatan ini, kalaupun ingin kembali membangun jembatan yang baru, kita akan usulkan dianggaran APBN Provinsi Sumsel tahun 2021,” tutup Budi Dharma.

Desak Proyek Jargas Sesuai Standarisasi Nasional

Putusnya Jembatan jalan provinsi Sumatera Selatan di Desa Lubuk Batang Lama, akibat sebelumnya mengalami keretakan dan amblas sebagian aspalnya.

Bahkan kondisi badan jalan jembatan sudah bergelombang dan turun.  Kondisi tersebut diperkirakan warga  terjadi sekitar 2 hari yang lalu.

Menurut warga, kerusakan jembatan diduga akibat adanya pembangunan Saluran Jaringan Gas disekitar Jembatan berupa terowomgan.

“Inilah kenapa kami meminta pembangunan Jargas harus sesuai Standarisasi Nasional, karena dampak lingkungan yang terjadi apabila tidak sesuai dengan Badan Standarisasi Nasional Indonesia, maka dikhawatirkan hal-hal yang sangat parah akan terjadi,’ harap Darwin, warga setempat.

Senada dengan Darwin, Tokoh Pemuda OKU Bung Jimmy berharap pemerintah kabupaten OKU serius memperhatikan dampak lingkungan yang terjadi dan segera menegur pihak perusahaan proyek pembangunan Jargas untuk membongkar dan memperbaiki atas kerusakan yang terjadi.

Laporan : Amelia III Editor : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here