Januari 2018, Pemkot Prabumulih Integrasikan 543 Peserta Jamsoskes ke JKN-KIS

0
192
Foto: Ilustrasi

sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Sebanyak 543 peserta Jaminan Sosial Kesehatan ( Jamsoskes), tak lama lagi atau pada Januari 2018 nanti akan diintegrasikan oleh Pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih masuk program BPJS yakni, Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS ). Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) kota Prabumulih, HM Kowi S Sos MSi, dibincangi belum lama ini.

“Rencana Pemkot Prabumulih akan merealisasikannya mulai 1 Januari 2018 nanti,” sebut Kowi.

Menurut kowi, pihak Pemkot sudah melakukan kerjasama (MoU) bersama BPJS Kesehatan. “Namun masih dalam proses, semoga saja lancar dan tidak ada halangan dalam proses MoU tersebut. Kita menginginkan proses integrasi nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat khususnya bagi warga kurang mampu,” imbuh Kowi.

Kowi menuturkan, pelaksanaan program tersebut merupakan komitmen pemerintah kota dalam melayani dan melindungi warganya. “Pelaksanaannya nanti (warga yang berobat) berjalan lancar dan tidak bermasalah lagi seperti yang sudah-sudah,” tandasnya.

Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan kota Prabumulih, Moh Makruf SH menjelaskan draff MoU sudah dilakukan dengan Pemkot Prabumulih dan masih dalam proses verifikasi ulang pihaknya. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya nama ganda (double, red) dalam pelayanan JKN-KIS.

“Pada waktu pembayaran dan double perlindungan, jika di dapati double maka akan di tolak dan jelas tidak bisa di alihkan ke JKN maupun ke KIS,” jelas Makruf.

Ditambahkan Makruf, untuk proses integrasi sendiri bisa memakan waktu cukup lama dan panjang prosesnya. “Kita lihat lah nanti, karena JKN-KIS merupakan program nasional sesuai dengan Intruksi Presiden No 8 tahun 2017, tentang optimalisasi program JKN-KIS bagi warga Indonesia,” tutupnya.

Laporan : AD

Editor     : Donny

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article