Jangan Asal Pasang Patok, Warga Minta SUTET Disosialisasikan

0
681
Teks foto: Warga pemilik lahan saat rapat masalah SUTET di Kantor Kelurahan Kedaton (6/11). (foto: ali)

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Puluhan warga pemilik lahan di Kelurahan Kedaton Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan yang terkena jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Jalur Kayuagung – Gumawang meminta agar pihak ketiga PT. Surveyer Indonesia (PT SI) agar dapat menyosialisasikan terlebih dahulu apa itu SUTET dan apakah berdampak pada lingkungan ataupun kesehatan atau tidak. Hal tersebut diungkapkan warga pemilik lahan yang terkena jalur SUTET di Kelurahan Kedaton saat rapat di Kantor Kelurahan Kedaton, Senin (6/11). Hadir pada rapat tersebut Lurah Kedaton dan perangkatnya, bagian pengukuran Jalur SUTET Kayuagung-Gumawang dan para warga pemilik lahan.

Bakri (45) mengatakan, pada dasarnya warga sangat mendukung program SUTET tersebut, namun sebaiknya pihak pengelola SUTET hendaknya permisi dulu dengan warga selaku. Jangan langsung menandai titik lokasi atau titik koordinat SUTET, sementara warga pemilik lahan tidak tahu. ‘’Sudah 3 kali pihak pengelola SUTET atau siapa menanam patok atau tanda di lokasi tanah saya. Pertama saya cabut, begitu juga dengan yang kedua bahkan yang ketiga sudah ditandai sedemikian rupa. Padahal lahan saya tersebut sudah dikaplingkan, kalau SUTET ini tetap jalan dan lahan yang saya kuasai ini terkena jalur SUTET, maka para pembeli lahan yang telah saya kaplingkan tidak mungkin mau membeli tanah yang telah dikaplingkan, sebab masyarakat sekarang sudah tahu dampak SUTET terhadap kesehatan apalagi terhadap janin yang ada dalam kandungan. Untuk itu kita usulkan agar disurvei ulang dan bila perlu dialihkan titik koordinatnya,’’ tegasnya.

Hal senada dikatakan Aliaman  (40), kami berharap sebelum dilakukannya atau diteruskannya program SUTET ini, kiranya pihak yang bertanggung jawab akan proyek SUTET ini dapat menyosialisasikan apakah SUTET ini mempunyai dampak terhadap lingkungan dan kesehatan atau tidak. ‘’Kalau ada dampaknya tolong diberitahukan terhadap warga dan apabila tidak ada dampaknya juga harus diberitahukan kepada warga, jadi masyarakat pemilik lahan atau masyarakat sekitanya tidak merasa cemas dan was-was. Sebab proyek SUTET ini bukan saja nantinya kita yang menikmatinya juga kepada anak cucu keturunan kelak dan ini harus jelas,’’ tegasnya.

“Untuk itu kami berharap selain pihak yang mengelola jalur SUTET ini dapat mensosialisasikan dampak baik buruknya pembangunan jalur SUTET ini bagi masyarakat, juga mengenai ganti keuntungan harus jelas apakah itu ganti keuntungan dengan lahan yang terkena jalur maupun konfensasinya itu disamakan saja harga ganti keuntungannya. Begitu juga jalur SUTET setidaknya dapat dipastikan terlebih dahulu  sebelum nantinya dilakukan pengukuran,’’ tambah Aliaman.

Sementara itu Tim pengukur dari pihak ketiga PLN Palembang jalur SUTET Kayuagung-Gumawang, Bambang  saat dikonfirmasi wartawan Sumateranews.co.id  mengatakan, tugasnya selaku tim pengukur jalur SUTET Kayuagung-Gumawang. ‘’Proyek ini sudah sejak 2012 lalu berjalan dan dilakukan rapat dengan warga pemilik lahan di Kelurahan Kedaton. Untuk jalur SUTET Kayuagung-Gumawang, hanya lahan yang ada di Kelurahan kedaton yang belum dilakukan pengukuran. Sebelumnya kita telah melakukan pengukuran di Desa Buluh Cawang, Anyar, Banding Anyar, dan Kelurahan Jua-jua. Semuanya sudah selesai diukur, tinggal lagi lahan milik warga di Kelurahan Kedaton ini. Rencananya besok (Selasa, 7/11/2017) dan hari Rabu (8/11/2017) dilakukan pengukuran,” jawabnya.

Dikatakannya, mengenai harga ganti rugi atau ganti keutungan  ataupun konfensasi itu yang urus bagian KJPP (Kantor jasa Pelayanan Publik). ‘’Baru setelah itu ke PLN, baru PLN natinya menyosialisasikan harga ganti rugi atau ganti keuntungan yang dimaksud oleh warga. Kalaupun nantinya masyarakat menolak itu hak mereka, namun kita berharap mungkin ada solusi dari pihak PLN. Yang jelas proyek ini tetap jalan. Mengenai keinginan warga, nanti kita koordinasikan secepatnya kepada pimpinan,’’ tandasnya.

Lurah Kedaton, Abdullah Sahri berharap agar proyek ini berjalan lancar. ”Saya berharap proyek ini berjalan lancar dan kondusif, tidak ada yang dirugikan. Mengenai keinginan warga hendaknya dapat ditanggapi serius oleh pihak pengelola SUTET. Itu semua demi kelancaran proyek,’’ ujarnya.

Laporan            : Aliaman

Editor/Posting    : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article