BATANG – Bel istirahat sekolah biasanya menjadi waktu yang paling dinantikan para pelajar. Ada yang menuju kantin, bercengkerama dengan teman, atau sekadar melepas penat setelah mengikuti pelajaran. Namun, suasana berbeda terlihat di Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Sejumlah siswa SMP Darul Ma’arif dan SMK Darul Ma’arif justru memanfaatkan waktu istirahat untuk menyaksikan proses pengecoran jalan yang dikerjakan anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0736/Batang.
Rasa penasaran membawa perhatian para pelajar tertuju pada kesibukan prajurit TNI dan warga yang tengah bekerja. Dari tempat yang aman, mereka mengamati proses pengecoran, mulai dari pengolahan material hingga perataan adukan beton yang perlahan membentuk permukaan jalan.
Bagi para siswa, pemandangan tersebut bukan sesuatu yang biasa mereka temui di ruang kelas. Mereka dapat melihat langsung bagaimana sebuah jalan dibangun melalui kerja keras, ketelitian, dan kekompakan banyak orang.
Rudi, salah seorang siswa SMP Darul Ma’arif, mengaku senang dapat melihat proses pembangunan jalan di sekitar lingkungan sekolahnya. Ia bersama teman-temannya memanfaatkan waktu istirahat untuk menyaksikan pekerjaan tersebut karena penasaran dengan cara para prajurit dan warga melakukan pengecoran.
Rudi juga berharap pembangunan jalan segera selesai sehingga nantinya dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat, termasuk para pelajar yang setiap hari berangkat dan pulang sekolah.
Antusiasme para siswa menjadi warna tersendiri di tengah aktivitas Satgas TMMD. Di satu sisi, para prajurit terus berupaya menyelesaikan pekerjaan fisik, sementara di sisi lain, generasi muda menyaksikan secara langsung hasil dari semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.
Pembangunan jalan sepanjang 1.412 meter yang menjadi salah satu sasaran utama TMMD Reguler ke-130 Kodim 0736/Batang diharapkan mampu meningkatkan kualitas akses transportasi di Desa Sembung. Manfaatnya tidak hanya bagi petani dan pelaku usaha, tetapi juga bagi anak-anak sekolah yang membutuhkan akses perjalanan lebih baik.
Apa yang disaksikan para pelajar saat jam istirahat itu juga menjadi pembelajaran di luar kelas. Mereka dapat memahami bahwa pembangunan fasilitas umum tidak terjadi dalam sekejap, melainkan membutuhkan perencanaan, tenaga, kesabaran, dan kerja sama.
Ada nilai pendidikan yang terselip dalam setiap proses pengecoran. Para siswa belajar bahwa pengabdian tidak selalu disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi orang banyak.
Ketika waktu istirahat berakhir, kegiatan belajar kembali menjadi prioritas para pelajar. Sementara itu, pekerjaan pengecoran terus dilanjutkan oleh anggota Satgas bersama masyarakat demi mewujudkan jalan yang lebih baik.
Momen sederhana tersebut memperlihatkan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan infrastruktur. Kehadirannya juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal arti kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dari balik rasa penasaran siswa SMP dan SMK Darul Ma’arif, tersimpan sebuah harapan besar. Jalan yang hari ini dibangun dengan keringat dan semangat gotong royong kelak diharapkan menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita.(*)
