Isu Pasien RSUD CND Meulaboh Ditelantarkan, Mahasiswa Datangi Pihak RS

69
Menyusul beredarnya isu bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUD CND) telah menelantarkan seorang pasien yang sedang melahirkan, membuat sejumlah mahasiswa mendatangi pihak rumah sakit untuk meminta penjelasan terkait isu negatif yang sedang beredar di masyarakat, Kamis (16/01/2020).

Sumateranews.co.id, MEULABOH – Menyusul beredarnya isu bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUD CND) telah menelantarkan seorang pasien yang sedang melahirkan, membuat sejumlah mahasiswa mendatangi pihak rumah sakit untuk meminta penjelasan terkait isu negatif yang sedang beredar di masyarakat, Kamis (16/01/2020).

Seperti bunyi
kutipan salah satu pemilik akun Instagram @acehworldtime pada tanggal 16
Januari 2020 yang memposting gambar dan video serta berisi penjelasan dari
pihak pasien yang mengaku telah ditelantarkan, dengan caption:

“Miris Seorang
Pasien melahirkan tidak semestinya, hingga pendarahan hebat di kamar Mandi.
Padahal sebelumnya Pasien sudah memperingatkan kepada pihak bertanggung jawab,
tapi kata mereka “belum saatnya melahirkan”. _Rumah Sakit Umum Cut
Nyak Dien Meulaboh”.

Setelah
viralnya postingan tersebut, mahasiswa langsung mendatangi pihak rumah sakit
untuk mendengarkan pengakuan dari pihak RSUD CND. Kepada Sulthan Alfaraby,
pihak RSUD CND yang diwakili oleh Kasubbag Hukum dan Humas, Susi Maulhusna,
AMK, memberikan pengakuan bahwa pihak rumah sakit tidak menelantarkan pasien
tersebut.

“Pasien
tersebut tidak ditelantarkan dan telah ditangani sejak jam 10 pagi (sebelum
beredar isu tersebut), dan telah ditangani sesuai SOP. Kebetulan diperiksa
langsung oleh dokter spesialis dan tetap dalam pengawasan petugas”, ujar
Kasubbag Hukum dan Humas RSUD CND.

Belum merasa
cukup dengan penjelasan pihak rumah sakit, Sulthan Alfaraby kemudian bertanya
lagi tentang penyebab pasien bisa melahirkan di kamar mandi. Kemudian pihak
rumah sakit menjelaskan bahwa pasien tetap dalam pengawasan dan izin ingin
Buang Air Kecil (BAK).

“Beliau
(pasien) dalam pengawasan dan izin Buang Air Kecil (BAK) ke kamar mandi.
Berdasarkan keterangan petugas, diberitahukan jika memang pasien merasa ingin
Buang Air Besar (BAB) agar memberitahukan kepada petugas. Namun, pasien hanya
ingin BAK. Sebelum pasien BAK, sudah dilihat belum menunjukkan gejala
melahirkan dan baru bukaan 4. Kalau bukaan melahirkan itukan 10”, ujar
Kasubbag Hukum dan Humas RSUD CND.

Usai meminta
kejelasan dari pihak RSUD CND, Sulthan Alfaraby langsung izin pamit. Kepada
awak media, Sulthan Alfaraby berharap agar RSUD CND Meulaboh terus menghargai
dan meningkatkan lagi kualitas pelayanan pasien-pasien yang ingin mendapatkan
pelayanan medis. Karena tanpa pasien, maka RSUD CND tidak akan bisa menjadi
tipe rumah sakit yang berjaya kedepannya.

“Sudah
saya dengarkan penjelasan dari pihak RSUD CND Meulaboh, bahwasanya dapat saya
simpulkan masalah ini sepertinya sudah cukup sekali saja terjadi. Saya hanya
berharap kepada pihak rumah sakit untuk terus menghargai dan memberikan pelayanan
optimal kepada pasien. Tanpa pasien, RSUD CND bukanlah apa-apa. Saya juga
kecewa, bahwa RSUD CND kini turun kelas dari B menjadi C. Semoga kedepannya
bisa naik lagi dan menjadi pelopor pelayanan terbaik di sepanjang daerah Barat
Selatan Aceh. Ini adalah masalah kita bersama, mari kita berbenah”,
tutupnya.

Laporan :
Sulthan

Editor    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here