Ironis, Tujuh Bulan, Tenaga Honor dan Guru Non PNS di OKI Belum Terima Gaji

0
1479
Teks foto: Inilah salah satu pegawai di SMAN 1 Kayuagung yang mengatakan Kepala Sekolah tidak ada di kantor. (foto: ali)

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Ironis, memasuki bulan April hingga akhir Bulan Oktober 2017, tenaga honorer maupun guru non PNS yang bekerja di SMK maupun SMA di wilayah hukum Kabupaten Ogan Komering Ilir  diduga belum menerima gaji hingga 7 bulan.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media ini, menurut informasi dari tenaga honorer yang bekerja di salah satu SMK maupun SMA di wilayah Kab.OKI yang jati dirinya enggan disebutkan mengatakan, sudah 7 bulan sejak bulan April 2017 hingga bulan Oktober 2017 ini mereka belum menerima gaji. Padahal sebelumnya lancar-lancar saja gaji yang diterima.

“Kami semua berharap gaji kami, baik tenaga honorer maupun gaji guru non PNS, TU, dan tenaga lainnya di sekolah ini dapat segera dicairkan atau dibayar. Sebab sudah hampir 7 bulan terhitung bulan April hingga bulan September 2017, bahkan ini sudah akhir bulan Oktober. Jadi sudah 7 bulan ini kami belum menerima gaji. Besaran gaji kami berkisar dari Rp 500 ribu/bulan hingga Rp 1 juta,’’ ujarnya, Selasa (31/10).

“Coba bayangkan dan pikirkan nasib kami, meski yang menghonor belum berkeluarga saya rasa hampir tidak tahan dengan kondisi ini. Apalagi yang menggantungkan perolehannya melalui gaji dari menghonor ataupun jadi guru non PNS. Ditambah lagi untuk dana transport itu tidak  dihitung. Tolong kami Pak, carikan solusinya,’’ tambahnya, mengiba.

Ketua MKKS SMK Kab.OKI yang juga selaku kepala SMKN 2 Kayuagung, Napion SPd saat dikonfirmasi di ruang kerjanya (31/10) mengenai hal tersebut mengatakan bahwa memang benar tenaga honorer maupun tenaga guru non PNS, TU, dan tenaga non PNS lainnya di SMK dalam wilayah Kab.OKI belum menerima gaji mereka. Untuk guru honorer di  SMKN 2 Kayuagung sebanyak 21 orang, Guru Non PNS sebanyak 41 orang termasuk pegawai TU dan tenaga lainnya sementara untuk Guru yang PNS sebnyak 40 orang.

Lanjutnya, ini bukan saja terjadi terhadap tenaga honor maupun guru atau pegawai non PNS di SMK tapi juga terjadi pada SMA di wilayah Kab. OKI. ‘’Kendalanya uang belum ada atau belum ditransper ke sekolah sejak April 2017 sampai dengan Oktober 2017 ini. Menyikapi hal tersebut, pihak sekolah telah berupaya dan telah melaporkan hal tersebut ke Diknas Provinsi,’’ cetusnya.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Kayuagung yang juga selaku Ketua MKKS SMA dalam wilayah Kab.OKI saat ingin dikonfirmasi mengenai hal tersebut melalui salah satu pegawai entah guru atau tenaga honor atau guru PNS  yang enggan menyebutkan namanya meski telah ditanya berulang kali mengatakan  “Kepala Sekolah tidak ada lagi keluar”.

Namun setelah dikatakan bahwa Kepala Sekolah ada diruangannya, raut wajahnya langsung berubah. ”Ya tulis buku tamu dulu Pak, nanti saya sampaikan ke Kepala Sekolah,’’ terangnya.

Awak Media ini sebelumnya telah menulis buku tamu. Namun dikatakan oleh pegawai sekolah tersebut, ”ini buku tamu umum Pak, seharusnya mengisi buku tamu khusus,” sembari menyuruh salah satu pegawai atau staf lainnya untuk mengambil buku tamu khusus yang dimaksud, sembari mengatakan “Bapak lagi pusing, pening tidak bisa untuk menerima tamu Pak. Kalau ada pesan lain kiranya untuk diberitahukan dan nanti kita sampaikan ke bapak (kepala sekolah, red),’’ tandasnya di hadapan wakil kepala sekolah bagian kesiswaan SMAN 1 Kayuagung dan salah satu tenaga honor SMAN 1 Kayuagung lainnya.

Mendengar ucapan pegawai SMAN 1 Kayuagung itu, wartawan media inipun berlalu dari SMAN 1 Kayuagung tersebut.

Laporan            : Aliaman

Editor/Posting   : Imam Ghazali