Ironis, Sudah 21 Bulan, Sewa Alat Belum Dibayar

0
199

Sumateranews.co.id, PALI – Selama 21 bulan alat berat berupa bulldozer milik PT Bintang Jakarta Service (BJS) yang dipakai oleh PT Santika Pendopo Energi (SPE) untuk mengerjakan beberapa pekerjaan milik PT Santika, namun setelah diputuskan kontrak kerjanya pada 30 September 2016 lalu sampai saat ini belum pernah dibayar.

Akibatnya, PT Bintang Jakarta Service selaku kontraktor merasa dirugikan. Berbagai upaya pun sudah ditempuh oleh pihak kontraktor, seperti mediasi dan berkoordinasi bersama pihak PT Santika namun selalu menemui jalan buntu dan PT Santika beralasan menunggu investor masuk untuk pembayarannya.

“Kami merasa dirugikan oleh PT Santika Pendopo Energi, karena setelah perusahaan kami selaku pengadaan jasa diputuskan sampai sekarang belum dilunasi pembayarannya,” cetus Ariyanto selaku Koordinator PT BJS.

Ariyanto mengaku sudah berkali-kali menagih pembayaran yang sudah nunggak selama lebih dari setahun itu. Namun selama itu, hasilnya tetap nihil. Karena, jalan terakhir adalah bakalan berlanjut di meja hijau alias pengadilan.

“Saya terakhir nagih Kamis 3 Agustus 2017. Tetapi tidak ada hasilnya. Bila kondisinya seperti ini terus, kami akan bawa ke jalur hukum. Ini sudah lama, lebih dari satu tahun,” tandas Ariyanto kepada awak media.

Sementara Leo Paska selaku Field Manager (FM) PT Santika Pendopo Energi ketika dikonfirmasi awak media usai rapat dengan pihak BJS Kamis (03/07) membenarkan adanya tunggakan itu. Menurutnya ditundanya pembayaran dikarenakan saat ini turunnya harga minyak dunia yang menyebabkan tagihan tertunda pembayarannya.

“Kami pihak KSO Pertamina akan berkoordinasi dengan pimpinan Santika Pusat karena pimpinan pusat lah yang akan memutuskan,’’ tegas Leo.

Selain itu Leo menambahkan, hasil pertemuan dan metting akan disampaikan ke pimpinan pusat dan apapun keputusannya akan segera dikoordinasikan dengan pihak PT Bintang Jakarta Servis Kantor Jakarta dalam hal ini Ariyanto yang ada di Kabupaten PALI.

Laporan : Rica/Anelka/Suherman
Editor : Imam Ghazali
Posting : Andre