HeadlineKasus & PeristiwaMubaSumsel

Ironis, Minyak Hasil Ilegal Rafinery Diangkut Bebas Keluar Muba Menggunakan Truk Tangki Solar industry

MUBA – Keberadaan truk angkutan jenis tangki berlogo solar industry menjamur mengangkut minyak masakan hasil ilegal rafinery. Hal ini terungkap saat tim media melakukan investigasi ke lapangan sejak satu pekan terahir ini mulai, 31 Agustus sampai Selasa, (05/9/2023). Ironisnya, truk tangki – tangki itu bertuliskan logo Pertamina, Minyak Solar Industry, namun yang diangkut justru minyak hasil masakan (Rafinery).

Menurut Anca, sopir tangki jenis Cold Diesel pengangkut minyak solar industry yang di bagian lambung tangki bertuliskan PT HPE nopol D 8320 XS dan Mail dengan nopol E 9793 PA, mereka menyebut mengangkut minyak masakan jenis solar itu dari kecamatan babat Toman, Musi Banyuasin menuju kota Palembang, saat dikonfirmasi dilapangan beberapa lalu. Namun menurutnya, mereka tidak memiliki dokumen sama sekali.

Lebih lanjut keduanya mengatakan, pihaknya mengambil minyak jenis solar ini di kecamatan Babat Toman dan diangkut menuju kota Palembang. “Dan untuk grup kami koordinasinya melalui pak (IB) yang bertugas di Polda,” kata Anca yang diaminkan temannya Mail, saat dijumpai di jalan Lintas tengah, Kelurahan Kayu Ara, Sekayu, Muba.

Sementara sebelumnya, Jumat (31/8/2023) lalu, tim juga menemukan angkutan solar industry yang mengangkut minyak hasil ilegal rafinery. Angkutan tersebut berupa tanki tronton dengan merk dinding PT Cahaya Petro Energi BG 8441 UN yang dikemudikan Aldy. Dia mengaku mengangkut solar masakan dari keban, kecamatan Sanga Desa menuju Gandus Palembang. “Dan untuk koordinasi di jalan kami tidak kenal namanya,” sebut dia.

“Yang jelas minyak ini akan dibawah ke Pooll PT Elizabeth di Palembang,” kata Aldy.

Sementara tim juga menemukan tangki Cold Diesel nopol R 9158 OD yang dikemudikan Naza dan nopol BE 8620 RY yang dikemudikan Ono. Mereka mengaku mengangkut minyak masakan dari Keban Sanga Desa menuju provinsi Lampung dan berkoordinasi di jalan dengan Ibu (R) dari Bhayangkari Polda Sumsel.

Kapolda Sumsel, Irjen A Rachmad Wibowo hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Pesan singkat yang dikirimkan ke akun WhatsAppnya tidak dibalas. Demikian juga Kapolres Muba, AKBP Imam Syafi’i, juga tidak menanggapi pesan singkat yang dilayangkan ke akun WhatsApp miliknya. (SMSI MUBA)

Editor: Donni

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button