Ironis, Las Rangka Jembatan, Pemborong Gunakan Gas Melon

0
251

Sumateranews.co.id, BENGKULU – Gas berukuran 3 kg atau lebih dikenal dengan gas melon, seyogya nya diperuntukan bagi masyarakat miskin, sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah untuk memasak. Dibagian tabung gas ukuran 3 kg, juga jelas tertera tulisan “Hanya untuk masyarakat miskin”.

Tapi, sungguh ironis, saat gas melon ukuran 3 kg tersebut dipergunakan untuk usaha ataupun digunakan pada aspek bisnis lainnya, seperti halnya yang nampak di salah satu lokasi pekerjaan proyek Jembatan Air Rambai Curup. Proyek perbaikan jembatan yang menyedot anggaran APBN tahun 2017 senilai Rp 13,1 miliar ini, justru menggunakan tabung gas 3 kg untuk keperluan mengelas rangka besi jembatan.

Tentunya ini sangat jauh dari tujuan awal pemerintah, yang menyediakan gas ukuran 3 kg bagi masyarakat miskin.

“Kami juga sudah mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai penggunaan gas 3 kg dalam pengerjaan proyek jembatan air rambai. Kami juga sudah mengecek langsung ke lapangan, dan memang benar PT. Persada Bakti Mandiri menggunakan gas berukuran 3 kg untuk mengelas rangka besi jembatan,” ujar Ipda Bayu Heri Purwono Kanit Tipidter Polres Rejang Lebong, Sabtu (28/10/2017).

“Terkait penggunaan gas 3 kg dalam pengerjaan proyek jembatan tersebut, sudah jelas menyalahi aturan, karena gas 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, dan bukan untuk keperluan proyek,” tambah Bayu.

“Kita akan segera memanggil pihak pemborong jembatan guna dimintai keterangan terkait penggunaan gas 3 kg tersebut, selain itu kita juga akan memberikan teguran keras atas penggunaan gas melon dalam pengerjaan proyek jembatan tersebut,” tegasnya.

Ditambah lagi kondisi yang terjadi saat ini, gas melon ukuran 3 kg yang mulai sulit ditemui, baik di pangkalan, maupun di tingkat pengecer. Kalaupun ada, harga gas melon sudah mencapai Rp 25.000 hingga Rp 30.000/tabung nya.

Laporan          : Benny Septiadi

Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article