Ilegal Loging Marak, Bupati Pessel Diminta Turun Tangan

25

Sumateranews.co.id, PESISIR SELATAN – Warga Kecamatan Basa Ampek Balai Nagari Riak Danau melaporkan meningkatnya aktivitas penyelundupan kayu yang diduga ilegal logging melalui jalan ampang tulak dan keluarnya di nagari riak danau. Maraknya pembalakan liar terjadi karena sulit dipantau, dan kayu tersebut dibawa pada malam hari, sehingga kayu yang dibawa tidak diketahui oleh warga setempat.

Mirisnya, penebangan yang tidak didasari oleh surat izin yang sah sangat marak terjadi di Indonesia.

Padahal kegiatan penebangan sudah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Hendra, pemuda setempat mengungkapkan, aktivitas pembalakan liar diduga dibekingi oleh oknum aparat setempat. Warga pun dia katakan, mulai khawatir terhadap semakin maraknya aktivitas ilegal logging tersebut.

“Kami menduga adanya bisnis dari ketua pemuda nagari riak danau bersama wali nagari ampang tulak dan adanya kong kalingkong dengan petugas setempat, warga juga khawatir jika aktivitas ini terus berlanjut dapat berdampak buruk terhadap lingkungan yang berada di nagari ampang tulak” ujarnya, Minggu (06/10/2019).

Mirisnya lagi terhadap penebangan hutan yang secara membabi buta mengakibatkan debit air yang tidak stabil untuk lahan pertanian dimana saat ini sedang di bangun dan dilaksanakan pengerjaan oleh pemerintah saluran irigasi dengan dana sebesar 28,8 miliyar.

“Apakah ini selalu dibiarkan?
Inilah menjadi keresahan masyarakat
seandainya kelakuan ini kalau dibiarkan terus, kami takut hutan ini akan menjadi gundul, dan terjadinya longsor. Tentu yang dirugikan adalah masyarakat termasuk kami,” keluhnya.

Lemahnya pengawasan pemerintah terhadap penebangan hutan yang terjadi di ampang tulak. Aktivitas ilegal masih marak di lokasi itu.

“Tidak ada satu aparat pemerintah yang mau peduli dengan kondisi hutan lindung tersebut, kami mendesak bupati pesisir selatan bersama tim Menteri Kehutanan untuk segara turun ke lokasi untuk melihat fakta yang sebenarnya. Tutup Hendra.

Laporan : Are/rilis

Editor.   : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here