Hormati Leluhur, Tanda Berbakti di Perayaan Cheng Beng

177

Sumateranews.co.id, BANGKA – Perayaan Cheng Beng/Chin Ming adalah hari sembahyang dan ziarah tahunan pada makam orang tua/Leluhur dengan upacara penghormatan sesuai tradisi orang Tionghoa.

Fu Nam Tjen  (71), Tokoh TiongHoa Bangka sekaligus Peziarah Makam mengatakan bahwa Perayaan Cheng Beng/Chin Ming di setiap tahunnya jatuh pada bulan ke 3 dihari pertama (1) atau 3 ngiat cho 1 bertepatan pada kalender imlek yakni 4-5 april dikalender nasional. Hal tersebut diungkapkan kepada wartawan saat ziarah ke makam orang tuanya, Kampung Hakok Kelurahan Matras, Jumat (5/4).

Perayaan Cheng Beng/Chin Ming merupakan bagian pengingat orang-orang terkasih/tercinta yang telah mendahului kita sekaligus mempererat hubungan bersama sanak keluarga. Bahwa di antara para orang mati, ada tradisi yang masih hidup.

Bahwa Cheng Beng/Chin Ming bertujuan untuk menghormati dan menunjukkan tanda bakti sanak keluarga terutama anak kepada orang tua/leluhur dengan membawa beberapa makanan favorit semasa masih hidup di dunia.

Diceritakannya bahwa sebelum hari perayaan Cheng Beng tiba, terlebih dahulu dari sanak keluarga telah membersihkan makam. Seperti membersih rumput-rumput sekitar makam, mengecat makam, dan sebagainya.

Setelah waktunya tiba, sanak keluarga mendatangi tempat makam orang tua/leluhur tersebut sambil membawa makanan, buah-buahan, kue, hio/dupa, lilin warna merah, baju dan uang yang terbuat dari kertas. Serta karangan bunga sekaligus bersembahyang pada makam orang tua/leluhurnya.

Sanak keluarga bersembahyang serta berdoa menggunakan hio di depan makam orang tua/leluhur dan dipercaya saat membakar hio, maka arwah orang tua/leluhur akan datang untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh sanak keluarganya di tempat itu.

Selanjutnya bagi sanak keluarga yang telah sembahyang makam orang tua/leluhur, mereka akan meletakkan kertas perak di badan makam dan kertas kuning di atas nisan orang tuanya. Hal itu  sebagai pertanda bahwa makam tersebut telah dibersihkan/dikunjungi oleh keluarganya.

Fu Nam Tjen berharap di perayaan Cheng Beng/Chin Ming ini agar para arwah orang tua telah sampai di surga dan diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta bagi k+eluarga yang telah ditinggalkannya dapat hidup rukun, damai, penuh rizki serta sehat selalu.

Diingatkannya bahwa tanpa orang tua, kita tidak mungkin bisa ada di dunia. ‘’Untuk itu jangan lupakan orang tua/leluhur kita serta luangkanlah waktu yang tidak lama untuk Cheng Beng karena hanya setahun sekali,’’ pungkasnya.

 

Laporan          : Suyanto

Editor/Posting : Imam Ghazali

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here