Himpun 50 Ribu Advokat, Fredrich Yunadi Mau Boikot KPK

0
130

Sumateranews.co.id, JAKARTA – Pengacara Fredrich Yunadi mengklaim akan menghimpun 50 ribu advokat se-Indonesia untuk memboikot Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia merasa penetapan tersangka dirinya dalam kasus perintangan proses penyidikan e-KTP bentuk kriminalisasi.
“Saya akan himpun 50 ribu advokat di Indonesia akan boikot KPK,” kata Fredrich usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018).
Fredrich menuding KPK telah melecehkan profesi dari seorang advokat karena telah menyeretnya di dalam kasus korupsi e-KTP. Tak hanya itu, dia juga mengklaim telah mendapatkan petisi yang berisikan kekecewaan dari pengacara lainnya.
“Saya hari ini dapat petisi dari seluruh Indonesia yang di mana mereka kecewa bahkan saya imbau marilah advokat bergabung kita boikot KPK,” klaimnya.
Fredrich sendiri menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan merintangi atau menghalangi proses penyidikan kasus korupsi yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun ini.
Dalam kasus perintangan penyidikan itu, KPK menetapkan dua orang tersangka, yakni Fredrich Yunadi dan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, Bimanesh Sutarjo. Mereka diduga telah memanipulasi data medis dari Setnov.
Tak hanya itu, KPK menyatakan Fredrich telah menyewa satu lantai di RS Permata Hijau. Namun, hal itu tentu dibantah Fredrich.
Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber : Okezone
Editor : Syarif