Heroik, di Depan Mako Balakarta Yonzipur 2/SG, Dua IRT Ini Saling Tarik Tas dengan Pelaku Jambret Hingga Kedua Motornya Terbalik

0
282
RAWAT : Kedua korban Samania (53) dan Ida Royani (46), korban jambret di depan Yonzipur 2/SG dirawat di RS Bunda. Insert; sepeda motor korban terparkir usai kecelakaan di parkiran RS AR Bunda, Rabu (14/2/2018)

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Aksi kawanan pelaku jambret kini kian nekat dan berani tanpa memperdulikan lokasi dan kondisi korban. Seperti yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur atau tepatnya persis di depan pintu penjagaan Markas Kesatrian Balakarta Yonzipur 2/SG, tak jauh dari Rumah Dinas Walikota Prabumulih.

Peristiwa penjambretan ini terjadi, Rabu (14/02/2018) siang, sekitar pukul 13.30 WIB. Beruntung aksi heroik kedua IRT yang masih satu saudara ini menyebabkan dua pelaku jambret kalang kabut dan sempat terjatuh di lokasi kejadian bersama sepeda motor yang ditungganginya. Namun upaya perlawanan yang diberikan kedua IRT ini menyebabkan keduanya terluka, setelah motor jenis matic merk Spacy warna putih BG 4980 CP yang dibawanya terjatuh. Kedua IRT ini, yakni Samania (53), warga Desa Pangkul, Kecamatan Cambai dan Ida Royani (46), warga Jalan Pustu Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur.

Samania, salah satu korban menyebutkan, kejadian bermula ketika dirinya bermaksud mengurus kartu BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Jalan Sudirman Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur.

Dengan dibonceng adiknya, Ida Royani keduanya berangkat melaju dari rumah adiknya di Jalan Pustu Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur sekitar pukul 13.00 WIB lewat. Belum sampai tujuan ketika melintasi Jalan Sudirman di depan penjagaan Yonzipur 2/SG, mendadak dua orang tak dikenal (OTK) dari belakang memepet sepeda motor yang ditumpanginya.

“Yang jelas duo wong pelakunyo, pakai motor bebek. Kalau tidak Vega atau Revo. Sikok memepet memegang setang motor adik aku, lalu penumpangnyo narik tas yang dipakainyo. Kejadiannyo pas di depan penjagaan Zipur nian,” ungkapnya kepada koran ini, kemarin di sela-sela perawatannya di RS Bunda.

Kata dia, sempat terjadi tarik menarik antar keduanya. Hingga, sepeda motor keduanya terbalik bersama-sama. Adiknya, sempat meneriaki pelaku jambret dan segera mengangkat sepeda motornya dan lalu kabur ke arah KM 6.

“Kurang ajar kau yeh, jambret….jambret teriak adek aku. Tapi, abis nyampak, pelakunyo bangun langsung bawak kabur motor,” sebut korban menirukan ucapannya saat berteriak memanggil ojek.

Ungkapnya, akibat kejadian itu ia dan adiknya terpaksa dilarikan ke RS AR Bunda. Lantaran, keduanya mengalami luka yang cukup serius. Dirinya mengalami luka lecet di bagian dengkul kaki, dan bahu kiri.

“Adek aku yang parah, giginyo patah. Luko lecet di tangan dan kaki. Akibat kejadian itu, aku samo adek aku terpakso dirawat di RS Bunda sementaro,” ucapnya.

Dokter yang merawat keduanya, dr Naura mengatakan, untuk sementara untuk evaluasi keduanya terpaksa dirawat inap sementara. Apalagi, salah satu korban sempat pingsan. Dan, keduanya cukup shock akibat kejadian itu.

“Lukanya sedang, untuk pengamatan dan evaluasi pasien. Kita rawat sementara waktu, sehingga bisa cepat mendapatkan perawatan medis,” tukasnya.

Sementara itu, keluarga korban, Ali Imron mengatakan, ia terkejut ketika mendapatkan kabar kalau adiknya dirawat di rumah sakit. Akibat, kecelakaan disebabkan aksi jambret.

“Dapat kabar, adek lah di rawat di RSUD. Jadi korban jambret,” tukasnya.

Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Hernando SH MSi melalui Kanit Reskrim, Ipda M Tagor Lubis menerangkan, kalau sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari korban.

“Terima kasih informasinya, nanti kita minta petugas untuk mengecek TKP dan juga keadaan korban di rumah sakit,” pungkasnya.

Laporan : Taufik Hidayat
Editor : Donny

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article