Hati-Hati, Pelumas Palsu Beredar di Indralaya

0
180

Sumateranews.co.id, INDRALAYA – Masyarakat Kabupaten Ogan Ilir (OI) harus waspada, karena akhir-akhir ini marak beredar oli pelumas mesin kendaraan khususnya roda dua yang diduga palsu mulai ditemukan.

Amrullah (34), salah seorang warga Kelurahan Timbangan mengaku pernah mengalami kejadian tersebut. Dimana ia membeli oli pelumas di salah satu bengkel di kawasan Indralaya. Namun saat dibuka aroma bahkan warna oli tersebut tidak seperti biasa yang pernah ia temukan sebelumnya.

“Ya, saya biasa mengganti oli pelumas sendiri tanpa meminta bantuan jasa dari bengkel. Tetapi saat itu oli yang saya beli cukup berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Mulai warna bahkan aromanya cukup menyengat (berbau-red),” ungkapnya pada Mediasumateranews.co.id, Selasa (26/9).

Merasa penasaran lanjutnya, ia coba membeli oli dengan merk yang sama di tempat lain dan benar saja perbedaan itu jelas terlihat. “Saat dibandingkan keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, jika yang asli aromanya sedikit wangi,” jelasnya.

Berbeda dengan Marta (28) salah satu pemilik bengkel di Jalan Lintas Palembang -Indralaya KM 32, Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara OI. Ia sengaja memasang tulisan “Hati-hati dalam memilih oli mesin sepeda motor Anda, ini adalah beda oli asli dan palsu “.

Bukan tanpa alasan ia memasang tulisan tersebut, pasalnya hal serupa juga pernah dialaminya. “Waktu itu kebetulan persediaan oli yang kita punya lagi habis, jadi saya memutuskan untuk membeli oli di sekitaran Indralaya. Sepintas orang awam tidak akan mengetahui perbedaan antara oli asli dan palsu,” ungkapnya.

Lanjut Marta, salah satunya oli pelumas merk Yamalube, jika dilihat pada bagian tutup botol. Oli pelumas yang asli pada bagian atas tutupnya akan terasa kasar jika diraba, sedangkan yang diduga palsu tidak terasa kasar atau polos.

“Perbedaan lain terlihat pada bagian stiker di kemasan oli tersebut, jika oli yang asli pada bagian bawah sebelah kiri stiker terdapat tulisan (buka disini), sedangkan yang diduga palsu tidak terdapat tulisan tersebut,” jelasnya.

Marta yang juga merupakan seorang mekanik, menuturkan. Tulisan itu sengaja dipasangnya untuk memberikan himbauan sekaligus peringatan kepada pengendara agar berhati-hati dan jeli saat membeli atau mengganti oli pelumas mesin kendaraan khususnya sepeda motor agar tidak tertipu dengan keaslian oli pelumas.

“Ya, masyarakat harus jeli jika akan mengganti atau membeli oli. Bila perlu diperiksa dulu kemasan oli tersebut,” ingatnya.
Laporan : H. Sanditya Lubis
Editor : Imam Ghazali
Posting : Andre