Hasil Lelang Lebak Lebung untuk PAD Pemkab OI dan Kas Desa

0
320

Sumateranews.co.id, INDRALAYA— Ratusan kades dan camat diundang Dinas Perikanan Kabupaten Ogan Ilir (OI) untuk mengikuti rapat persiapan lelang sumber daya perikanan atau lelang lebak lebung, Minggu (23/9) di Pendopoan Pemkab OI Inderalaya.

Kegiatan tersebut dibuka Asisten 3 Pemkab OI H Lukmansyah Msi, ditargetkan hasil lelang diatas Rp 1 miliar dan tahun ini pembagian hasil lelang lebak lebung dibagi dua, untuk PAD Pemkab OI dan kas desa. Pembagian tersebut berdasarkan kesepakatan atau MoU antara pihak kabupaten dan pemerintahan desa setempat.

Setiap desa/kelurahan yang mengikuti lelang berkewajiban membentuk Pokmaswas untuk membantu dalam pengawasan objek serta melaksanakan restocking guna menjaga kelestarian sumber daya perikanan setempat.

Tujuan dilaksanakannya lelang tersebut guna meningkatkan hasil sumber daya perikanan air tawar guna menambah kas daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lelang sumber daya perikanan dilaksanakan sejak November untuk tahun 2018 masa pengelolaan 2019, namun menggunakan sistem baru yaitu terbuka karena perubahan dasar hukum Perbup no 38 tahun 2018 tentang perubahan dari Perbup No 31 tahun 2017 dan Perbup No 33 tahun 2017 soal hak pelaksanaan lelang di tingkat desa/kelurahan bukan di kecamatan atau kabupaten.

Kadis Perikanan OI H Tarmizi SP didampingi Kabid Perikanan Tangkap DR Hasan Hery Spt Msi dan Kasi Pengelolaan Sumber Daya Perikanan (PSDP) Siti Banjar Kaswari SPi, kepada Sumateranews.co.id mengatakan perbedaan sistem pelaksanaan lelang antara lain objek yang dilelang seluruh lebak, lapak, sungai, semua lebung baik lebung alam, buatan maupun lebung bekas galian pembangunan.

Dengan dihapusnya retribusi lebung waris tidak ada hak perorangan atau kelompok terhadap lebung waris semuanya kini menjadi bagian objek yang dilelangkan.

Selanjutnya menurut DR Hasan lelang dilaksanakan secara terbuka langsung di muka umum, dibawakan oleh juru lelang dengan penawaran 3 kali dari harga standar yang ditetapkan. Pelaksana lelang petugas desa/kelurahan pemilik objek jadi dari pendaftaran hingga pelaksanaan lelang dilakukan tim pelaksana desa/kelurahan, harga standar objek lelang berasal dari usulan desa yang langsung ditetapkan dalam keputusan Kadis Perikanan atas nama bupati, lelang dilaksanakan 3 tahap dan tahap ketiga, objek tidak laku setelah dua kali lelang maka objek tersebut bisa dijual kembali meskipun di tahun yang berbeda serta diawasi oleh tim pelaksana desa/kelurahan dibantu Pokmaswas setempat dan tim kabupaten.

“Kita MoU antara pemkab dan pemdesnya sehingga hasil dibagi 2 untuk 50 persen menambah PAD Kabupaten dan sisanya menambah pendapatan di kas desa masing-masing. Ada 15 kecamatan melaksanakan lelang, dengan syarat calon pendaftar masyarakat berdomisili di Kabupaten OI, membawa Foto Copi e-KTP yang berlaku, mengisi surat permohonan peserta lelang di desa kelurahan yang bersangkutan. Menandatangani surat pernyataan sanggup menaati ketentuan hukum dengan materai 6 ribu, dan membayar biaya pendaftaran Rp 100 ribu per objek,” jelasnya.

Turut hadir Tim Pengawas Kabupaten, Kasat Pol PP, Ka Bappenda, Kabag Administrasi Pemerintahan Umum, Kabag, Hukum, dan sebagainya.

Laporan          : Lubis
Editor/Posting : Imam Ghazali