Harimau Sudah Sampai di Pagar Gunung, Pejabat Tripika Imbau Warga Waspada

21922

Sumateranews.co.id, LAHAT –  Penampakan Si Raja Hutan di Wilayah Kabupaten Lahat kini tak hanya terlihat di sekitar Kecamatan Kota Agung, tetapi juga sudah berkeliaran di Kecamatan Pagun tepatnya di Desa Lekung Daun.

Hal itu diketahui setelah rombongan Camat Pagun, Iskandar Jumaldi SE bersama Kapolsek Pagun Aipu Husin Z, Danramil Kapten Efendi Simarmata, Kades Kedaton Yeni Herianti, Erlansyah, Personil BKSD dan Sugianto Humas PT Buma turun ke lapangan usai menerima informasi dari warga bahwa telah melihat dua ekor diduga anak harimau sebesar anak sapi di sekitar pemukiman warga.

Bahkan, warga menemukan bekas tapak kaki dan kotoran, yang diduga berasal dari kaki harimau. Rombongan ini langsung melakukan patroli guna menghindari adanya korban jiwa dan ternak milik warga, pada Sabtu siang (14/12).

Patroli dilakukan rombongan Tripika dan Tim BKSDA serta Perwakilan PT Buma guna mengecek langsung kebenaran info yang diterima. Camat Pagun Iskandar Jumaldi SE saat diwawancarai Awak Media di lokasi mengatakan, pihaknya menerima laporan dari dua warga yang menemukan jajak harimau.

Pertama kali warga Desa Kedaton bernama Gunawan umur 45 tahun sehari- hari bekerja sebagai Sopir PT Buma mau ke Lokasi tambang sekitar pukul 08.30 WIB pagi tadi. Dia melihat harimau warna kuning dan hitam 2 ekor sebesar anak sapi dan juga ditemukan tapak kaki dan kotoran harimau di belakang rumahnya di Dusun Lekung Daun Desa Kedaton. Juga yang melihat seorang ibu bernama Nita umur 35 tahun. Dia melihat harimau sebesar anak sapi berwarna putih sekitar pukul 9 pagi dan sudah dicek oleh Tripika Kecamatan, pihak PT Buma, dan Kades Kedaton Yeni Herianti,” tegas Camat.

Selain itu Camat Pagun mengimbau untuk tetap waspada, bila berangkat ke kebun jangan sendirian, pergi jangan terlalu pagi dan pulang jangan terlalu malam,” tandas Camat.

Sementara itu pihak BKSDA Erlansyah usai melakukan patroli dan mengecek di lapangan belum bisa memastikan apakah tapak kaki dan kotoran itu milik harimau atau bukan.

”Dari cek lokasi kami setelah diukur bahwa diameter tapak sekitar 8 cm, sedangkan ukuran normal Harimau itu di atas 15 cm. Jadi kita simpulkan kemungkinan kecil bukan harimau, dari saksi kita tidak memastikan bahwa itu harimau, namun itu dipastikan tapak anjing, terkait kotoran yang diduga kotoran harimau, kemungkinan kotoran hewan mamalia lainnya. Sedangkan, terkait Harimau yang memangsa beberapa manusia, itu memang ada di Kawasan Hutan yang dilindungi atau Habitatnya,” pungkas Tim BKSDA.

Laporan : King/Red

Editor.    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here