Hari Ini, Lintas Aktivis Islam Indonesia Gelar Aksi Bela Tauhid di Masjid Istiqlal dan Depan Istana Negara

90
AKSI BELA TAUHID: Sejumlah aktivis pemuda islam berkumpul menggelar jumpa pers di Menteng 58 Jakarta Pusat, Kamis sore (01/11/2018). Aktivis dari sejumlah ormas Islam ini akan melaksanakan Aksi Bela Tauhid terkait tindakan pembakaran bendera Tauhid oleh oknum Banser ketika memeringati Hari Santri Nasional, pada 22 Oktober 2018 di Garut. Aksi Bela Tauhid ini akan dimulai usai ba'da salat Jum'at di Mesjid Istiqlal, Jumat (02/11/2018) siang, dan langsung menuju ke depan Istana Negara.

Sumateranews.co.id, JAKARTA – Sejumlah aktivis pemuda islam berkumpul menggelar jumpa pers di Menteng 58 Jakarta Pusat, Kamis sore (01/11/2018). Aktivis dari sejumlah ormas Islam ini akan melaksanakan Aksi Bela Tauhid terkait tindakan pembakaran bendera Tauhid oleh oknum Banser ketika memeringati Hari Santri Nasional, pada 22 Oktober 2018 di Garut. Aksi Bela Tauhid ini akan dimulai usai ba’da salat Jum’at di Mesjid Istiqlal, Jumat (02/11/2018) siang, dan langsung menuju ke depan Istana Negara.

Ketua Forum Indonesia Satu, Arief Ihsan mengatakan, ada beberapa pernyataan sikap yang akan mereka sampaikan dalam aksi tersebut.

“Aksi ini diikuti oleh sejumlah ormas Islam lainnya. Ada beberapa pernyataan sikap yang akan kami sampaikan, soal kasus pembakaran bendera di Garut biarkan pihak Kepolisian bekerja. Umat Islam jangan terpengaruh dengan isu-isu yang menyesatkan dan provokatif yang bisa mengadudomba sesama anak bangsa,” sebut Arief, usai jumpa pers.

Hal sama juga disampaikan Rahmat Himran, Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB). Dia meminta seluruh ormas yang tergabung dalam Aksi Bela Tauhid untuk focus pada pengawalan kasus hukumnya, karena dinilainya adalah kriminalitas murni.

“Perkembangan kasus pembakaran bendera di Garut sudah mengarah kepada kepentingan politik tertentu. Para elit politik mulai bermain menunggangi isu ini menjadi isu politik,” jelas Rahmat Himran.

Untuk itu, sambung Rahmat, pihaknya mengutuk tindakan oknum parpol yang mencoba bermain dan menunggangi kasus tersebut.

“Ada oknum partai politik yang ingin menunggangi isu ini menjadi isu politik. Pilpres sudah didepan mata, berbagai isu yang bermunculan itu akan dijadikan bahan bagaimana para partai politik yang mengaku partai Tuhan sehingga isu agama sekecil apapun akan digulirkan menjadi besar. Ini adalah kasus kriminal murni dan kami mengutuk oknum parpol yang menunggangi isu ini,” tegasnya.

Sementara tampak dalam acara jumpa pers Aksi Bela Tauhid, beberapa tokoh pemuda ormas Islam lainnya, seperti Rahmat Pakaya dari Jaringan Aliansi Nasional (JAN), Raja Agung Nusantara, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (GMPRI), Choirul Amin Ketua Gerakan Perubahan Indonesia, dan Zulham dari Gerakan Pemuda Islam (GPI).

“Kita tidak ingin Aksi Bela Tauhid bergeser pada ranah yang berbau politik. Kita tahu bahwa ini tahun politik. Kita tidak ingin Aksi Bela Tauhid ini jadi tunggangan sekelompok orang untuk mendapat keuntungan politik dan kami menghimbau kepada mereka yang akan ikut aksi besok agar saling menghargai dan saling menghormati. Kita ingin bangsa ini tetap damai tanpa ada perpecahan, biarlah persoalannya kita percayakan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tegas kasusnya dan menangkap pihak yang memang bersalah,” pungkas Zulham.

Laporan : Fri

Editor    : Donny

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here