Halangi Petugas, Pengelola dan Pegawai THM X-Bar Dibawa ke Mapolresta Pangkal Pinang

0
273

Buntut Cekcok Pembubaran THM X-Bar Oleh Tim UPRC Polda Babel

BABEL – Pembubaran dan penutupan paksa THM X-Bar yang berlokasi di Pangkal Pinang, Babel, pada Minggu (26/9/2021 dini hari, sekira pukul 01.30 WIB, sepertinya bakal berbuntut panjang.

Selain Tim UPRC (Unit Patroli Reaksi Cepat) Polda Kepulauan Babel membawa para pegawai, Security dan pengelola X Bar yang sebelumnya menghalagi petugas untuk masuk kedalam ke Mapolresta Pangkal Pinang untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Rencananya juga akan dilakukan proses sidik dengan menerapkan UU karantina kesehatan dan pasal 216, 218 KUHP.

Dari informasi yang diterima, kejadian tersebut berawal saat Anggota Unit Patroli Reaksi Cepat (UPRC) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melaksanakan patroli ke tempat hiburan malam X-Bar, yang sebelumnya juga melaksanakan patroli ke tempat hiburan malam lainnya.

Sesampainya di lokasi THM X BAR, anggota UPRC yang dipimpin oleh IPDA Haikal beserta 8 orang anggota lainnya mendapati THM X BAR dalam keadaan sangat ramai yang dibuktikan dengan penuhnya tempat parkir THM oleh kendaraan roda 2 dan roda 4.

Kemudian Tim UPRC berjalan menuju pintu masuk X Bar dan dihadang oleh satpam X-Bar dan ditahan untuk masuk kedalam dengan alasan akan dipanggilkan terlebih dahulu manajer pengelolanya.

Setelah sempat menunggu, sekitar kurang lebih 5 menit kemudian muncullah Manager dan pengelola THM X BAR An. Yohan, keluar menemui Ipda Randy Haikal.

Pengelola atas nama Yohan ini kemudian menemui dan berdebat dengan IPDA haikal dan tidak mengizinkan ia beserta tim UPRC masuk dan membubarkan pengunjung X Bar dengan alasan yang bersangkutan keberatan karena kenapa hanya THM yang ada di wilayah Pangkal Pinang saja yang tidak boleh beroperasi selama diberlakukannya PPKM di wilayah Babel, sementara di wilayah lain seperti Sungai Liat, Bangka tetap beroperasi seperti biasa.

Mendapati itu, kemudian IPDA haikal menelpon Dir Sabhara memohon bantuan perkuatan dari Polresta Pangkal Pinang untuk membantu membubarkan THM X Bar tersebut.

Setelah cek cok cukup lama, akhirnya tim berhasil masuk dan membubarkan pengunjung THM.

Kemudian TIM UPRC mengumpulkan para pegawai, Security dan pengelola X Bar yang menghalagi petugas untuk masuk kedalam dan kemudian dibawa ke Mapolresta Pangkal Pinang untuk dilakukan proses sidik lebih lanjut.

“Akan dilakukan proses sidik dengan menerapkan UU karantina kesehatan dan pasal 216, 218 KUHP,” urai salah satu petugas. (*/King)

Editor : Donni