Malang – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, menghadiri pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al-Murtadlo II, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Kemenag Sumsel ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral yang tinggi terhadap duta-duta santri asal Sumatera Selatan yang akan berkiprah di arena perkemahan nasional.
Usai mengikuti rangkaian upacara pembukaan resmi, Syafitri Irwan memanfaatkan momen tersebut untuk menyambangi Kontingen Sumsel. Kehadiran Kakanwil disambut hangat dan penuh antusias oleh seluruh peserta dan pembina pendamping asal Bumi Sriwijaya.
Tanpa canggung, Syafitri Irwan melebur bersama para santri dan ikut berselebrasi menyuarakan yel-yel khas kontingen Sumatera Selatan. Gelora kebersamaan tersebut seketika memompa semangat para santri yang siap berkompetisi.
Pada ajang nasional tahun ini, Kontingen Sumatera Selatan menerjunkan kekuatan sebanyak 38 personel. Rinciannya, 32 Pramuka Santri Pilihan Putra dan Putri, empat orang Pembina Pendamping (Bindamping), dan dua orang Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda).
Dalam arahannya sebelum meninggalkan lokasi perkemahan, Syafitri Irwan memberikan pesan berharga dan motivasi mendalam kepada seluruh jajaran kontingen.
“Kalian adalah 38 orang pilihan yang membawa nama harum Sumatera Selatan di tingkat nasional. Tampilkan performa terbaik, jaga kesehatan, kekompakan, dan kebersamaan. Tunjukkan bahwa Pramuka Santri Sumsel adalah pribadi yang berdisiplin tinggi, berakhlaqul karimah, serta siap menjadi teladan bagi provinsi lain,” pesan Syafitri Irwan.
Kunjungan dan arahan langsung dari Kakanwil ini menjadi suntikan energi dan motivasi berlipat bagi Kontingen Sumsel untuk mengarungi seluruh agenda perlombaan dan kegiatan PPSN VI 2026 hingga tuntas.
Ketua Panitia PPSN VI Tahun 2026, Endi Suhendi, melaporkan bahwa perkemahan ini punya sejumlah tujuan. Dua di antaranya adalah membentuk karakter santri dalam semangat kebangsaan dan bernegara, serta menumbuhkan kesadaran ekologis santri dalam mewujudkan ekoteologi.
“PPSN bukan sekadar perkemahan. Di sini, santri ditempa untuk mencintai bangsa dan negaranya, sekaligus dibangun kesadarannya untuk menjaga alam sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai agama,” ujar Endi.
Endi juga melaporkan bahwa jumlah peserta PPSN VI tahun ini mencapai 4.524 pramuka santri dan berlangsung mulai 30 September hingga 6 Oktober 2026.
