Hadapi Pileg dan Pilpres, DPD Partai Golkar OKI Adakan Orientasi

0
224
Ketua DPD Partai Golkar dan Peserta Orientasi Fungsionaris DPD Partai Golkar OKI dan Ketua KPU OKI. (foto: ali)

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Dalam rangka mempersiapkan kader Partai Golongan Karya (Golkar) menyongsong pemilu legislatif agar dapat menduduki jabatan-jabatan strategis di DPRD maupun DPR serta menyukseskan dan memenangkan pemilu dalam Pilpres tahun 2019 mendatang, DPD Partai Golkar mengadakan orientasi funsionaris DPD Partai Golkar OKI di Kantor DPD Partai Golkar OKI.

Acara tersebut dihadiri Ketua maupun pengurus DPD maupun DPC Partai Golkar Kab. OKI dan juga kades Golkar lainnya, serta Ketua KPU OKI, Dedi Irawan, Senin (2/7/2018).

Ketua DPD Partai Golkar OKI, Bakri Turmuzi, SE melalui ketua panitia sekaligus selaku LO kegiatan orientasi funsionaris DPD Partai Golkar OKI, Landi Andrius dalam sambutannya mengatakan, orientasi funsionaris DPD Partai Golkar OKI ini diadakan untuk menjelaskan atau memberikan pemahaman kepada para kader Partai Golkar. “Ini merupakan kurikulum rutin Partai Golkar dan bukan hal yang baru, sebagai partai tertua di republik ini, Partai Golkar selalu mempersiapkan kadernya untuk menduduki jabatan-jabatan startegis legislatif,” terangnya.

Lanjutnya, orientasi ini biasanya diadakan setahun sekali, namun kali ini menghadapi pilkada 2018 tadi dan menyongsong pemilu legislatif dan pilpres 2019 kita lakukan orientasi fungdionaris partai.

Pada orientasi fungsionaris ini akan disampaikan beberapa materi antara lain masalah Kegolkaran, kebangsaan, isu dan kebijakan strategis Partai Golkar, konsulidasi kepartaian maupun tugas pokok fungsionaris Partai Golkar dan juga soal strategi pemenangan pemilu serentak tahun 2019.

Sementara itu, Ketua KPU OKI, Dedi Irawan dalam kesempatan tersebut mengingatkan agar
calon konstituennya agar mempunyai elektronik KTP, begitu juga dengan para pendukung caleg harus punya elektronik KTP (e-KTP) sebab tahun 2019 tidak boleh lagi menggunakan surat keterangan (suket).
Kepada LO Partai Golkar agar Sistem Informasi Calon (Silon) diperhatikan, karena silon ini sangat rumit, bisa-bisa semua calon tidak bisa nyalon nantinya.

Dalam sesi tanya jawab antara peserta Orientasi dari para kader Partai Golkar, Ketua KPU OKI menegaskan apabila dalam melegalisir ijazah sekolahnya sudah bubar atau tutup kiranya menghubungi Dinas Pendidikan di wilayah tempat sekolah yang itu berada dan legalisir ijazah untuk para caleg itu legalisir ijazah yang terbaru, begitu juga penghitungan 1-3-5-7 jangan dipusingkan atau terlena dengan sistem konfersi, yang terpenting carilah pemilih yang memilih kita sebanyak-banyaknya.

‘’Mengenai RSUD yang ditunjuk untuk tes kesehatan dan juga tes bebas Narkoba, sepakat di RSU H. Muhammad Husein di Palembang. Data calon nantinya supaya di masukkan kedalam silon dari partai masing-masing, jika calon legislatif dari partai yang bersangkutan belum terdaftar di silon partai, ya segera mendaftar, bagaimana bisa masuk silon KPU, jika balon legislatif dari partai saja belum mendaftar atau terdaftar di partai, bagaimana datanya bisa masuk silon KPU, jadi segeralah mendaftar, karena KPU telah membuka pendaftaran untuk bacaleg mulai tanggal 4 Juli sampai dengan tanggal 17 Juli dan sesuai jadwal dan persyaratan kiranya segera dipenuhi. Bila tidak lengkap maka bukan tidak bisa nantinya tidak masuk dalam DCS apalagi DCT,’’ tandasnya.

Laporan : Aliaman
Editor/Posting : Imam Ghazali