GSUU Tolak Kenaikan Harga BBM

0
118

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU- Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional banyak masyarakat mengeluh. Mengingat kenaikan BBM tersebut secara bertahap sebanyak dua kali naik oleh pihak Pertamina.

Akibat naiknya Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat Gerakan Sumpah Undangan Undang (GSUU) Kabupaten Mura, Kota Lubuklinggau, dan Muratara menggelar aksi keprihatinan. ‘’Yang kami lakukan saat ini, bukan dari siapapun kegiatan ini murni saya lakukan karena merupakan bentuk keprihatinan saya karena naiknya harga BBM secara nasional tanpa pemberitahuan kepada masyarakat,’’ ujar Koordinator GSSU Herman Sawiran.

Dalam aksinya tersebut Herman Sawiran membagi-bagikan selembar pernyataan penolakan kenaikan BBM kepada para pengguna jalan dan pengendara yang melintas di depan Kantor Pertamina (Peraero) More II TBBM.

Pertama kali orasi dilakukannya di simpang RCA Kota Lubuklinggau. Kemudian dilanjutkannya di depan Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, depan Kantor Pertamina (Persero) More II TBBM Lubuklinggau, dan terakhir di DPRD Kota Lubuklinggau.

Dalam orasinya Herman Sawiran meminta kepada pemerintah khususnya Pertamina untuk meningkatkan kepedulian kepada masyarakat kecil khususnya warga Kota Lubuklinggau.

Menurutnya, kenaikan BBM saat ini sangat membebani masyarakat kecil. Saat ini kata Herman banyak warga yang kesulitan mencari makan karena dampak dari kenaikan harga BBM.

Diperparah semua komoditas saat ini, cenderung meningkat, sehingga daya beli masyarakat sangat jauh menurun.

Di tengah itu Pertamina yang seharusnya menjadi penolong tiba-tiba sewenang-wenang menaikkan harga BBM.

“Apa alasan naiknya harga BBM, kita kasihan melihat masyarakat dan ibu-ibu, mau cari makan sulit sementara Pertamina dengan sewenang-wenang menaikkan harga BBM,” katanya, Rabu (11/4).

Herman mengakui bahwa ia sadar dan paham aturan jika kenaikan BBM itu serentak secara nasional. Namun ia menginginkan setiap akan ada kenaikan harus ada pemberitahuan kepada masyarakat biar masyarakat itu tahu.

“Yang saya perjuangkan kepentingan bersama tidak ada yang menyuruh tapi untuk Pertamina jangan tiba-tiba langsung menaikkan harga,” ungkapnya di depan Kantor Pertamina.

Kemudian, yang kedua ia menuntut seluruh SPBU yang ada di Kota Lubuklinggau untuk selalu buka 24 jam dan konsisten terhadap plang yang mereka pasang di masing-masing SPBU.

“Karena banyak masyarakat yang mengeluhkan langkanya BBM di Kota Lubuklinggau. Bahkan, kadang belum sampai sore hari SPBU itu sudah tutup, dampaknya masyarakat yang dirugikan karena susah cari BBM,” ucapnya.

Sementara itu, Operational Head Pertamina (Persero) More II TBBM Lubuklinggau Suhendar mengatakan mengenai masalah BBM pada intinya mereka hanya menjalankan kebijakan dari pusat.

“Karena semua kebijakan berasal dari Pemerintah Pusat. Sedangkan, untuk aspirasinya nanti akan kami tampung dan akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Sedangkan untuk SPBU kota Lubuklinggau yang tidak buka 24 jam. Suhendar menegaskan jika semua SPBU di Kota Lubuklinggau kerjasama antara Pertamina dengan pihak swasta.

“Banyak faktor mulai dari karena masalah kebutuhan dan poin lainnya termasuk terkendala masalah operasional. Namun kita selalu mengingatkan setiap menjelang hari raya lebaran Idul Fitri, kami juga meminta untuk buka lebih lama dari biasanya,” tandasnya.

Laporan          : Donna Apriliansyah

Editor/Posting : Imam Ghazali