JOHOR BARU– GrabSteel, distributor baja asal Malaysia yang didirikan oleh Barry Lee Wee Chan dan Alvis Chong, telah menandatangani perjanjian definitif untuk fasilitas ekuitas berkomitmen senilai hingga US$100 juta dengan White Lion Capital LLC, sebuah *family office* dengan strategi investasi beragam (*multi-strategy*) yang berbasis di Amerika Serikat.
Fasilitas ini merupakan komitmen ekuitas eksternal pertama dalam sejarah perusahaan dan ditujukan untuk mendanai pengembangan Matcon—platform material konstruksi milik GrabSteel—seiring langkah perusahaan menuju pencatatan saham di bursa efek Amerika Serikat.
Melalui fasilitas ini, dan dengan tunduk pada syarat serta ketentuan perjanjian definitif (termasuk pencatatan saham perusahaan di bursa efek AS, berlakunya pernyataan pendaftaran yang mencakup penjualan kembali saham, serta batasan umum terkait volume, harga, dan kepemilikan), White Lion Capital berkomitmen untuk membeli saham GrabSteel selama masa perjanjian berlangsung.
Pembelian dilakukan secara bertahap (tranche) dan dalam jumlah yang ditentukan oleh perusahaan. Struktur ini memungkinkan GrabSteel memperoleh modal seiring pertumbuhan Matcon, alih-alih menerima dana dalam satu putaran pendanaan tunggal.
Pasar senilai US$220 miliar yang masih mengandalkan panggilan telepon
Nilai produksi konstruksi di Asia Tenggara melampaui US$465 miliar per tahun dan diproyeksikan mencapai sekitar US$1 triliun pada tahun 2034.
Nilai material yang mengalir dalam sektor ini—mulai dari besi beton dan semen hingga atap, pipa, dan ubin—mencapai lebih dari US$220 miliar setiap tahunnya.
Setidaknya US$130 miliar dari nilai tersebut mengalir melalui saluran yang paling dikuasai oleh GrabSteel: distributor, penyedia stok (stockist), pedagang, dan toko bahan bangunan; yang hampir semuanya tidak menggunakan perangkat lunak apa pun dalam proses transaksi mereka.
Cara pembelian material ini hampir tidak berubah selama tiga puluh tahun terakhir. Harga yang ditawarkan melalui telepon pada pagi hari bisa jadi sudah tidak berlaku lagi saat jam makan siang. Keputusan pemberian kredit didasarkan pada hubungan personal, bukan rekam jejak.
Status pengiriman dipantau melalui aplikasi pesan instan, dan surat jalan fisik harus kembali ke kantor sebelum pembayaran dapat diproses.
Satu pesanan saja bisa melibatkan berbagai penawaran harga, negosiasi kredit, lebih dari satu pihak pengangkut, serta komunikasi selama berhari-hari sebelum material tiba di lokasi proyek dengan dokumen yang lengkap.
Saat ini, ada tiga kekuatan yang secara bersamaan memengaruhi sektor perdagangan tersebut. Di Johor, lonjakan pembangunan pusat data dan pengembangan Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura sedang mendongkrak permintaan akan segala jenis bahan bangunan.
Di kawasan yang lebih luas, Indonesia sedang membangun ibu kota baru dan Vietnam merencanakan pembangunan jalur utama kereta cepat senilai US$67 miliar—menjadi salah satu siklus pembangunan terbesar di luar Tiongkok dan India.
Sementara itu, teknologi untuk membaca daftar kebutuhan material (bill of quantities) dari foto lokasi, menentukan harga kredit berdasarkan riwayat pesanan, atau mengatur rute truk derek kini dapat dilakukan dengan biaya yang hampir nol per transaksinya.
Para pendirinya tidak berniat menguasai seluruh pasar. Rencana mereka hanya menargetkan pangsa pasar satu digit dalam saluran perantara tersebut.
Membangun bisnis senilai US$28 juta tanpa ekuitas eksternal
GrabSteel mencapai tahap ini dengan profil yang jarang dimiliki perusahaan yang baru pertama kali menerima ekuitas eksternal: perusahaan ini telah tumbuh sejauh ini tanpa pendanaan eksternal sama sekali.
Pendapatan meningkat dari sekitar US$6,6 juta pada tahun fiskal 2022 menjadi sekitar US$11,5 juta pada tahun 2023 dan sekitar US$28 juta pada tahun 2024—meningkat lebih dari empat kali lipat dalam dua tahun dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) di atas 100 persen—serta mencatatkan keuntungan pada setiap tahun tersebut.
Kedua pendirinya tetap menjadi satu-satunya pemegang saham perusahaan.
Perusahaan ini memasok hot rolled coil (gulungan baja canai panas), batang baja canai panas, cold rolled coil (gulungan baja canai dingin), baja galvanis, pelat baja, dan gulungan aluminium kepada lebih dari 100 pelanggan, termasuk manufaktur, fabrikator, perusahaan roll forming, dan kontraktor di seluruh rantai pasok konstruksi dan industri.
Bisnis tersebut dibangun melalui aktivitas perdagangan yang telah disebutkan sebelumnya. Langkah selanjutnya adalah meningkatkan efisiensi proses itu sendiri.
“Pengalaman di bidang perdagangan baja menunjukkan kepada kami di mana pelanggan sering membuang waktu: saat mencari penawaran harga yang sebanding, mengoordinasikan pengiriman, dan mengumpulkan dokumen yang mereka butuhkan,” ujar Barry Lee Wee Chan, salah satu pendiri GrabSteel.
“Ambisi kami adalah menyatukan aktivitas-aktivitas ini melalui Matcon. Kami akan memulainya dengan operasi kami sendiri, membuktikan bahwa platform ini berfungsi dalam transaksi nyata, dan mengembangkannya lebih lanjut dari sana,” imbuh dia.
Matcon: menyatukan pengadaan material dalam satu platform
Matcon dikembangkan sebagai platform material konstruksi milik GrabSteel. Platform ini mengintegrasikan permintaan informasi, penawaran harga, catatan pesanan, dan dokumentasi pengiriman ke dalam satu alur kerja yang saling terhubung.
Dengan demikian, proses pembelian yang saat ini masih tersebar di berbagai utas obrolan, panggilan telepon, dan dokumen fisik dapat dipantau mulai dari permintaan awal hingga penandatanganan surat jalan di satu tempat.
Prioritas pengembangan awal meliputi:
- Permintaan informasi berbasis AI. Mengubah foto, pesan suara, dan pesan teks menjadi permintaan material terstruktur untuk ditinjau oleh tim penjualan.
- Penawaran harga terkoordinasi. Mengintegrasikan kebutuhan produk, ketersediaan stok, dan harga sampai di lokasi (delivered pricing) ke dalam proses pembelian yang lebih jelas.
- Visibilitas pengiriman. Menghubungkan jadwal pengiriman, bukti pengiriman, dan sertifikat material yang menyertai setiap pengiriman barang.
- Catatan transaksi. Membangun catatan yang konsisten mengenai apa yang dibeli, kapan, dan dengan harga berapa, guna mendukung pembelian ulang serta, pada akhirnya, prakiraan permintaan.
- Tahap pertama akan menjalankan transaksi baja milik GrabSteel sendiri. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menguji alur kerja pada pesanan nyata sebelum membuka platform tersebut bagi pemasok lain dan kategori material tambahan. Proses pengembangan sedang berlangsung. Perusahaan menargetkan peluncuran internal tahap awal—yang mencakup pesanan dan dokumentasi pengiriman milik sendiri—pada akhir tahun 2026, disusul dengan peluncuran aplikasi untuk pelanggan pada tahun 2027.
- Kedua tanggal tersebut merupakan target yang bergantung pada kemajuan pelaksanaan proyek.
Matcon masih dalam tahap pengembangan. Fungsi-fungsi yang dijelaskan mencerminkan rencana perusahaan dan tidak boleh dianggap sebagai fitur yang sudah tersedia secara komersial saat ini.
Pendekatan pertumbuhan bertahap
Malaysia akan menjadi pasar awal. Ekspansi ke koridor Singapura dan pasar-pasar Asia Tenggara tertentu akan bergantung pada kesiapan operasional, permintaan pelanggan, dan kemitraan lokal.
Seiring berjalannya waktu, GrabSteel berniat menjajaki kategori tambahan, termasuk semen, beton, agregat, batu bata, kayu, atap, dan pipa. Dari sisi pasokan, perusahaan telah menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah pemasok baja yang memiliki total penjualan tahunan gabungan berkisar antara US$185 juta hingga US$230 juta.
Nota kesepahaman tersebut menjadi titik awal bagi jaringan pemasok yang akan diakses oleh Matcon pada tahap kedua; volume yang tercatat di sana merupakan penjualan pemasok itu sendiri, bukan volume transaksi platform.
Perusahaan juga berencana menjajaki opsi pembiayaan bagi pelanggan melalui mitra pemberi pinjaman yang berizin. Penawaran kredit di masa mendatang akan bergantung pada perjanjian kemitraan dan persyaratan yang berlaku, serta penilaian dan persetujuan dari pihak pemberi pinjaman.
“Pengadaan material sangat bergantung pada ketepatan detail, mulai dari spesifikasi produk dan sertifikat hingga pengiriman ke lokasi pelanggan,” ujar Alvis Chong, salah satu pendiri GrabSteel.
“Prioritas kami adalah menjadikan transaksi sehari-hari tersebut lebih andal dan lebih mudah dikelola. Landasan praktis itulah yang akan memandu cara kami mengembangkan dan memperluas Matcon,” imbuh dia.
Melampaui baja
“Baja adalah titik awal kami, namun bukan tujuan akhir kami,” kata Barry Lee.
“Kami sedang merambah ke semen, pasir, dan agregat karena masalah yang dihadapi serupa, apa pun jenis materialnya. Dan ini bukan sekadar soal mendapatkan harga yang lebih baik. Ini soal ketepatan waktu. Keterlambatan pengiriman tidak hanya menimbulkan kerugian biaya, tetapi juga menghambat pekerjaan para pekerja di lokasi proyek. Oleh karena itu, selain aspek perdagangan, kami juga membangun kemampuan untuk memantau kemajuan proyek dan menyesuaikan pengiriman dengan kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar berdasarkan pesanan yang dibuat berminggu-minggu sebelumnya,” imbuh dia.
“Selama puluhan tahun, bisnis perdagangan ini dijalankan dengan mengandalkan hubungan personal, panggilan telepon, dan dokumen fisik,” tambahnya.
“Kami sangat menyadari betapa sulitnya menghadirkan AI ke dalam industri seperti ini. Namun, jika kami menghubungkan seluruh rantai—mulai dari pemasok, pabrik pengolahan, tempat penyimpanan, hingga pengemudi dan semua pihak terkait lainnya—kami dapat mengatasi masalah kepercayaan dan inefisiensi yang telah lama menghambat hubungan antara pemasok dan pelanggan, sekaligus membebaskan pelanggan dari pekerjaan manual yang sebenarnya tidak perlu,” ujar Barry Lee.
Kolaborasi strategis dan teknologi
GrabSteel bekerja sama dengan Sky Venture Labs sebagai penasihat strategis dan mitra pengembangan teknologi untuk Matcon. Kolaborasi ini mencakup strategi platform serta program pengembangan, dengan memanfaatkan pengalaman GrabSteel dalam pengadaan, perdagangan, dan pemenuhan pesanan baja. Para pendiri tetap memimpin jalannya bisnis ini.
Pernyataan berwawasan ke depan. Siaran pers ini memuat pernyataan berwawasan ke depan mengenai rencana, target, dan ekspektasi GrabSteel, termasuk rencana pengembangan dan jadwal pelaksanaan Matcon, rencana pencatatan saham perusahaan di bursa Amerika Serikat, estimasi ukuran pasar, serta modal yang diperkirakan tersedia melalui fasilitas tersebut.
Pernyataan-pernyataan ini didasarkan pada ekspektasi dan asumsi saat ini serta tunduk pada berbagai risiko dan ketidakpastian, yang banyak di antaranya berada di luar kendali perusahaan.
GrabSteel tidak berkewajiban untuk memperbarui pernyataan berwawasan ke depan apa pun. Siaran pers ini bukan merupakan penawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli sekuritas apa pun, dan tidak pula merupakan penawaran, ajakan, atau penjualan di yurisdiksi mana pun yang melarang tindakan tersebut.
Sekuritas apa pun yang disebutkan dalam rilis ini belum dan tidak akan didaftarkan berdasarkan *U.S. Securities Act of 1933* (beserta perubahannya), serta tidak boleh ditawarkan atau dijual di Amerika Serikat tanpa pendaftaran atau pengecualian pendaftaran yang berlaku.
