Giliri Pelajar SMA, 3 Pemuda Asal Kampung Yudha Karya Jitu Dicomot Polisi

422
Ketiga pelaku pemerkosa pelajar SMA yakni, WT (24), BS (23) dan NM (21), ketiganya warga Kampung Yudha Karya Jitu, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, saat diamankan di Polsek Rawa Jitu Selatan, Sabtu (4/07/2020),

Sumateranews.co.id, TULANG BAWANG – Entah setan apa yang merasuki WT (24), usai merayu dan memaksa teman dekatnya melakukan hubungan intim layaknya suami istri, di sebuah rumah kosong, dirinya juga menyuruh kedua temannya yakni, BS (23) dan NM (21), melakukan hal yang sama terhadap korban AG (17), yang masih berstatus pelajar SMA.

Peristiwa pemerkosaan secara bergiliran yang terjadi di Kampung Yudha Karya Jitu, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, pada Kamis pagi (9/04/2020) sekira pukul 09.00 WIB yang lalu ini terungkap, saat ketiganya berhasil ditangkap Tim Opsnal Polsek Rawa Jitu Selatan.

Ketiga pemuda, yang sama-sama berprofesi petani ini berhasil diringkus di kediamannya masing-masing, pada Sabtu dini hari (4/07/2020) sekira pukul 01.00 WIB.

Kapolsek Rawa Jitu Selatan Iptu Mahbub Junaidi, SE mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK menjelaskan, penangkapan terhadap ketiga pelaku dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari ayah korban yakni, MI (54), yang juga masih satu kampung dengan para pelaku. Ketiga pelaku dilaporkan karena telah menyetubuhi anak kandungnya berinisial AG (17), yang masih di bawah umur.

Diungkapkan pelapor, kejadian itu bermula, pada Kamis (09/04/2020), sekira pukul 09.00 WIB, dimana pelaku berinisial WT mengajak korban untuk datang ke sebuah rumah kosong yang berada di Kampung Yudha Karya Jitu. Korban awalnya sama sekali tidak merasa curiga terhadap pelaku karena sudah menjadi teman dekat dan ternyata saat sudah berada di dalam rumah kosong tersebut, pelaku mengajak korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Korban sempat menolak ajakan pelaku tersebut, tetapi pelaku terus berusaha merayu korban hingga akhirnya pelaku berhasil melakukan hubungan layaknya suami istri dengan korban sebanyak satu kali,” jelas Iptu Junaidi.

Usai aksi pertamanya berhasil, ternyata pelaku WT ini seminggu kemudian tepatnya hari Kamis (16/04/2020), sekira pukul 09.30 WIB, kembali mengajak korban ke rumah yang sama di Kampung Yudha Karya Jitu. Saat korban masuk ke rumah tersebut ternyata di sana sudah ada pelaku BS dan NM yang sudah menunggu.

“Pelaku WT langsung mengajak korban masuk ke dalam kamar, di kamar tersebut pelaku WT kembali merayu korban sehingga pelaku dan korban kembali melakukan hubungan layaknya suami istri. Setelah selesai pelaku WT dan korban keluar dari kamar dan duduk di ruang tamu, saat sedang duduk di ruang tamu tersebut, pelaku NM langsung merayu korban dan mengajaknya masuk ke dalam kamar sehingga terjadi hubungan layaknya suami istri. Hal serupa juga dilakukan oleh pelaku BS, sehingga hari itu korban hanya bisa pasrah menjadi nasfu bejat para pelaku dikarenakan korban merasa takut,” tambah Iptu Junaidi.

Adapun barang bukti (BB) yang berhasil disita oleh petugas dalam perkara tindak pidana ini berupa kasur warna merah dan empat potong pakaian korban pada saat disetubuhi oleh para pelaku.

Saat ini para pelaku masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Rawa Jitu Selatan dan akan dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 Miliar.

Laporan : Herry III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here