Generasi Milenial Dituntut Ciptakan Pemilu Tanpa Hoaks dan Golput

39
PEMILU GENERASI MILENIAL: Pentingnya generasi milenial untuk menciptakan Pemilihan Umum (Pemilu) tanpa berita bohong atau hoaks, dan Golput (tidak ikut Pemilu/tidak menggunakan hak pilih sebagai warga negara). Pernyataan itu disampaikan sejumlah narasumber, pada acara diskusi milenial bersama puluhan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dan Universitas di Lampung, Sabtu (13/4/2019).

Sumateranews.co.id, BANDAR LAMPUNG – Pentingnya generasi milenial untuk menciptakan Pemilihan Umum (Pemilu) tanpa berita bohong atau hoaks, dan Golput (tidak ikut Pemilu/tidak menggunakan hak pilih sebagai warga negara). Pernyataan itu disampaikan sejumlah narasumber, pada acara diskusi milenial bersama puluhan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dan Universitas di Lampung, Sabtu (13/4/2019).

Kegiatan diskusi milenial dengan tema ‘Generasi Millenial Menyambut Pemilu 2019 Tanpa Hoaks dan Tanpa Golput’, yang diikuti sebanyak 50 mahasiswa ini diselenggarakan di Restoran Dunkin Donuts Lantai 2, Kedaton, Bandar Lampung.

Bincang milenial dengan menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya; Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi UNILA Lampung Wulan Suciska, Kepala Bidang Desminasi Informasi Diskominfo dan Statistik Dinas Kominfo Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, anggota KPU Provinsi Lampung Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Antoniyus, pun tampak berlangsung seru saat peserta mahasiswa antusias silih berganti mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.

“Penyebaran hoaks terbesar melalui media sosial dan pengguna media sosial kebanyakan usia muda. Bahayanya jika generasi muda ini terpapar hoaks, apalagi terkait pelaksanaan Pemilu, tentu ini akan banyak menyebabkan hal negatif,” papar Wulan Suciska.

Sementara Ganjar Jationo dalam diskusi ini menjelaskan macam-macam Golput, diantaranya golput ideologis, golput teknis dan golput apatis. Ia mengajak para mahasiswa dalam diskusi ini menjadi agen atau duta anti hoaks dan golput. “Masih ada waktu hingga 17 April mendatang, agar para pemilih pemula (generasi millenial) untuk mencari informasi akurat terkait pasangan calon,” ajak Ganjar.

Sementara Antoniyus pada kesempatan itu menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam Pemilu sangat penting, sehingga KPU terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan pemilih cerdas.”Golput memang hak individu, namun mengajak orang lain untuk golput bisa dijerat hukum terutama UU ITE,” urainya.

Diskusi ini berlangsung seru karena banyaknya mahasiswa yang mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. “Apa peran akademisi dalam menangkal hoaks dalam Pemilu,” tanya Budi Ramadhan dari Universitas Bandar Lampung.

Wulan Suciska kemudian menjawab pertanyaan tersebut. “Sosialisasi seperti sekarang ini merupakan pengabdian para akademisi untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dampak hoaks,’ jawabannya.

Sementara Dewi Sulistiyana, dari Universitas Darmajaya menanyakan sejauh mana langkah Kominfo menangkal hoaks dan anti Golput. Pertanyaan ini dijawab oleh Ganjar Jationo. “Pemerintah Pusat dan Daerah telah bersinergi memberikan sosialisasi terkait Pemilu untuk memerangi hoaks dan menurunkan angka Golput,” jawab Ganjar.

Sumber : Pendam II/Swj

Editor    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here