GEMPA TEKTONIK GUNCANG KABUPATEN CILANGKAHAN, TAK BERPOTENSI TSUNAMI

0
129

Sumateranews.co.id, BANTEN- Hari Selasa, 23 Januari 2018, pukul 13:34:53 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan M=6,1 terjadi dengan koordinat episenter pada 7,23 LS dan 105,9 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Provinsi Banten pada kedalaman 61 km.

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak guncangan berpotensi dirasakan di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor, II SIG-BMKG (IV-V MMI).

Gempa bumi selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempang Eurasia.

Hingga pukul 13:46 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Cilangkahan diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Meski tak berpotensi tsunami, namun guncangan gempa sempat memporak-porandakan pusat keramaian dan beberapa gedung serta tempat ibadah. Bahkan lalu lalang kendaraan pun sempat terguncang.

Sumber : Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Drs. M. Riyadi, M.Si.
Posting/Editor : Imam Ghazali