Geluti Bisnis Narkoba, Seorang Ibu Muda di Bujuk Agung Ditangkap Polres Tulang Bawang

0
657

TULANG BAWANG – Lantaran tergiur untung cepat dari penjualan narkotika jenis sabu, seorang ibu muda (IRT) berinisial MI (30), nekat menggeluti bisnis serbuk haram tersebut.

Akibatnya, ibu muda ini harus berurusan dengan petugas dari Satresnarkoba Polres Tulang Bawang. Wanita berkulit putih ini terpaksa diamankan di kediamannya, di Kampung Bujuk Agung, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, pada Senin (06/09/2021) sore, pukul 14.00 WIB.

“Senin siang, petugas kami berhasil menangkap seorang IRT yang nyambi jadi bandar narkotika jenis sabu. Penangkapan terhadap IRT ini merupakan pengembangan dari penangkapan pembeli narkotika berinisial TH (26), warga Kampung Agung Jaya,” ujar Kasatres Narkoba, AKP Anton Saputra SH MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Hujra Soumena SIK MH, Sabtu (11/09/2021).

Lanjut AKP Anton, dari tangan ibu muda tersebut petugasnya berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,83 gram, satu bungkus plastik klip berisi beberapa potongan plastik klip kosong, satu bungkus plastik klip berisi beberapa plastik klip kosong, satu bungkus plastik klip kosong, wadah bekas salep kulit warna merah, dan dompet kecil berwarna merah.

Kasat kembali menjelaskan, keberhasilan petugasnya dalam menangkap seorang IRT yang nyambi menjadi bandar narkotika ini merupakan hasil penyelidikan dan pengembangan kasus penangkapan terhadap salah satu pembeli narkoba sebelumnya.

“Informasi yang didapat bahwa ada seorang IRT yang menjadikan rumahnya tempat transaksi narkotika.

Saat petugas kami tiba di sana, awalnya menangkap pembeli berinisial TH, lalu menangkap IRT pemilik rumah yang nyambi jadi bandar narkotika. Selain itu petugas kami juga berhasil menyita BB berupa narkotika jenis sabu,” jelas AKP Anton.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dipidana dengan ancaman penjara maksimal seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” tukasnya. (Hry)

Editor : Donni