Gara-gara Mobil Masuk Siring, Seorang Pemuda di Muara Sungai Dikeroyok Tetangganya Hingga Babak Belur

0
2995
Gara-gara Mobil Masuk Siring, Seorang Pemuda di Muara Sungai Dikeroyok Tetangganya Hingga Babak Belur
Korban pengeroyokan, RS (18) didampingi Kuasa Hukumnya, Usman Fitriansyah SH, saat melapor kasus pengeroyokan yang dialaminya ke Polres Prabumulih.

PRABUMULIH – Malang menimpa RS (18), warga Desa Muara Sungai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih. Saat bersusah payah mendorong dan mengeluarkan mobil double cabin merk Proton milik orang tuanya dari siring (drainase) disekitar rumahnya, dirinya dikeroyok oleh tetangganya hingga menderita babak belur.

Peristiwa penggeroyokan yang terjadi pada Sabtu (10/07/2021) lalu, sekitar pukul 17.00 WIB didekat rumah korban (TKP), saat ini sudah ditangani tim reskrim Polres Prabumulih, usai dilaporkan korban didampingi orang tuanya dan Kuasa Hukumnya, Usman Fitriansyah SH dengan nomor: LP/B/128/VII/2021/SUMSEL/RES PRABUMULIH, Senin, 19 Juli 2021.

Kepada awak media, pemuda ini menjelaskan, peristiwa penggeroyokan itu bermula saat dirinya hendak menggeluarkan mobil Proton milik orang tuanya dari rumah. Namun apes, salah satu ban mobil masuk ke lubang siring hingga korban keluar dan meminta bantuan adiknya dan sejumlah anak lainnya yang kebetulan bermain disekitar lokasi kejadian untuk membantu mendorong mobil.

Lantaran selalu gagal, akhirnya korban berinisiatif mengambil batu dan tanah dan menimbunnya di bawah badan body mobil agar bisa keluar. Tetapi tak lama kemudian muncullah tetangganya berinisial Gu dari rumahnya dan diduga merasa tidak senang pelaku menegur dan memarahi korban.

Cekcok mulut keduanya pun tak terhindarkan. Diduga tak senang akhirnya pelaku Gu memukul korban . Tak lama kemudian muncullah keluarga Gu yang lain, yakni Di, Pa, dan Ba mendekati keduanya. Namun bukannya membantu melerai pertikaian keduanya, para keluarga Gu ini malah ikut menggeroyok dan memukuli tubuh korban.

Akibat penggeroyokan itu, korban menderita luka memar di bagian dada. Lalu, leher, dan juga punggung. Namun bukannya meminta maaf, pelaku Gu malah menantang korban dan menyebut tidak takut dilaporkan ke polisi.

“Aku jawab, kak kagek ku benari lagi. Aku nak ngeluarkan mobil dulu. Nah kau nih, melawan nian kato Gu,” sebut korban sambil menirukan ucapan pelaku.

“Kukiro nak melerai, dak tahunyo melok gebuki aku,” tambah korban, sembari menyebutkan, peristiwa cekcok dirinya dan tetangganya, bukan kejadian pertama. Tetapi, merupakan kejadian terakhir menimpanya.

Menurut korban, aksi penggeroyokan yang dilakukan Gu bersama keluarganya, yakni Di, Pa, Ba ikut baru berhenti setelah kakak saudara perempuan korban menjerit meminta tolong dan menyelamatkan korban. “Ayuk aku jerit minta tolong, dipisah bini Di. Aku masuk mobil, dan jauh. Kuliat Gu, deketi ayuk aku dak tahu ngapo,” ceritanya.

“Karena, ditantang Gu, laju lah men nak melapor kami siap. Akhirnya, kejadian ini kulaporke polisi. Kejadian mak ini lah sering nian, kemaren adek aku yang keno,” sebutnya.

Terpisah, Kuasa Hukum Korban, Usman Fitriansyah SH mengatakan, pihaknya meminta kepolisian agar mengusut tuntas dan memproses laporan kliennya.

“Adanya laporan ini, setidaknya membuat efek jera pelaku. Agar tidak lagi mengulangi perbuatannya, akan terus kita koordinasikan kasusnya ke penegak hukum,” tegasnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH melalui Kasatreskrim, AKP Jalili SH MSi saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa laporan korban sudah diterima dan tengah dimintai keterangan oleh penyidik. “Kasus dugaan pengeroyokan masih dalam penyelidikan terlebih dahulu, kalo laporan sudah diterima SPKT,” jelas Jalili.(Heru)

Editor : Donni