Gara-Gara Istri Datang Bulan, Mulyadi Nekat Cabuli Bocah SD

0
1786
Tersangka pencabulan terhadap bocah SD kelas 3, yakni Mulyadi (46) saat digelandang petugas Unit PPA Polres Prabumulih, belum lama ini. Pria beristri dan memiliki 2 anak ini diamankan setelah dilaporkan warga telah mencabuli bocah SD langganan ojeknya, akhir bulan kemarin.

sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Mulyadi (46) tersangka dugaan pencabulan terhadap bocah SD kelas 3 berinisial PW, belum lama ini kembali menjalani pemeriksaan petugas penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Prabumulih. Warga Jalan Anggrek Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat ini mengaku nekat mencabuli bocah SD kelas 3 langganan ojeknya lantaran melihat korban berinisial PW (9), baru hendak mandi ketika dijemput dirumahnya, di Jalan Durian Kelurahan Muntang Tapus Kecamatan Prabumulih Barat.

Menyaksikan korban yang hanya menggenakan kain handuk yang melilit ditubuhnya, ditambah situasi rumah korban yang memang sepi pada siang harinya, sehingga timbul niat pelaku untuk melampiaskan nafsu syahwatnya yang beberapa hari belakangan memang belum tersalurkan karena istrinya sedang datang bulan (haid, red).

“Kalau setiap harinya waktu siang rumah korban memang selalu sepi, dan ketika itu korban hendak mandi dan mengenakan handuk. Liat korban waktu itu hawa nafsu saya naik. Pintu rumah langsung saya tutup, dan dia (korban, red) saya gulingkan di tempat tidur di ruang tengah,” ungkap pelaku, kepada salah satu wartawan yang mewawancarainya.

Selanjutnya, pelaku yang sudah berat ujung (BU) ini kemudian mengeluarkan (maaf, red) alat kelaminnya dan digesek-gesekannya diantara selangkangan kedua paha kaki bocah malang itu hingga tak lama lantaran terlalu bernafsu kemaluan pelaku memuncratkan cairan sperma di sekitar (maaf) selangkangan korban.

“Belum saya masukkan kemaluan saya, tapi sudah keluar duluan pak,” ucap Mulyadi sembari tertunduk malu, menyesali kejadian tersebut.

Pelaku yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang ojek ini kemudian berhasil dibekuk warga dan Ketua RT setempat yang sebelumnya curiga melihat motor pelaku masih terparkir diluar rumah, sementara pelaku tidak berada ditempat dan pintu depan rumah dalam kondisi tertutup. Kepada warga, korban menceritakan perbuatan pelaku terhadap dirinya.

Peristiwa pencabulan yang terjadi, pada Senin (20/11) siang sekitar pukul 11.30 WIB itu juga terungkap bukan sekali itu dilakukan pelaku. Sebelumnya pelaku juga pernah mencabuli bocah SD langganannya tersebut dengan cara (maaf) mencium kemaluan milik korban, sekitar dua bulan sebelum kejadian.

“Sebetulnya saya sudah pernah melakukan hal itu kepada korban. Tapi hanya menciumi kemaluan korban saja sekitar dua bulan yang lalu,” ujarnya.

Laporan : Donny