Gabungan Aktivis, Wartawan dan LSM Datangi Kejati – Polda Sumsel, Permasalahannya Tak Main-main 

0
1146

Desak Nonaktifkan Kasi Intel Kejari Muara Enim dan Memberantas Aksi Premanisme 

PALEMBANG – Gabungan massa terdiri dari Aktivis, LSM, Wartawan dan Mahasiswa Anti Kekerasan serta Premanisme melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kejati Sumsel, Rabu, 3 Agustus 2022.

Puluhan massa ini menyampaikan orasinya sambil membawa spanduk berisi tuntutan aksi. Terungkap ada 5 (lima) tuntutan yang disampaikan para peserta aksi demo ini, di antaranya:

Pertama rombongan massa ini mendukung kepolisian Republik Indonesia dalam memerangi dan memberantas tindakan ancaman kekerasan dan premanisme terhadap aktivis LSM wartawan dan mahasiswa di Sumsel.

“Kemudian kedua bersihkan instansi pemerintah dan perusahaan dari premanisme.

Ketiga hentikan tindakan kekerasan dan premanisme terhadap aktivis LSM, wartawan dan mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial,” sebut Koordinasi aksi, Rahmat Sandi.

Selanjutnya, Keempat, meminta menindak tegas dan menangkap pelaku kekerasan premanisme terhadap aktivis LSM, wartawan dan mahasiswa yang telah terjadi selama ini di Sumsel.

“Kelima, tegakkan hukum yang seadil-adilnya demi terciptanya tatanan pemerintahan yang bersih tanpa kekerasan dan tangkap aktor intelektual dan segera adili,” imbuhnya.

Lebih jauh Rahmat Sandi menjelaskan, aksi dilakukan buntut dari aksi damai yang dilakukan di Kejari Muara Enim terkait indikasi korupsi.

“Jadi sewaktu kejadian, ada oknum premanisme yang mengacaukan aksi tersebut.

Tetapi saat kita lihat video di situ kita lihat ada seperti kode untuk membubarkan itu dari pihak oknum Kejari. Oknumnya diduga kasi Intel,” sebutnya.

“Kita datang ke sini melakukan aksi demo, agar tidak terjadi lagi di Sumsel. Kita ingin Kejati menindaklanjuti hal tersebut,” tambah Rahmat.

Setelah aksi, lanjut Rahmat, pihaknya akan beraudiensi dengan Polda Sumsel.

“Karena demokrasi penyampaian pendapat di Sumsel sudah dicederai banyaknya premanisme.

Ancaman kepada kita semua LSM, aktivis, wartawan dan mahasiswa untuk menjadi kontrol sosial yang selama ini sering diintimidasi premanisme,” tandasnya.

Masih dikatakan Rahmat, pihaknya akan membuat laporan di Polda Sumsel terkait aksi premanisme agar diberantas dan ditangkap.

“Kita akan membuat laporan di Polda. Laporannya adalah LP pengaduan. Tuntutannya untuk ditangkap premannya. Untuk di sini, kami minta Kejati agar Kasi intel Kejari Muara Enim dinonaktifkan,” tegasnya.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Mohammad Radyan SH MH, saat menanggapi aksi massa menjelaskan, pihaknya akan menyampaikan apa yang disampaikan massa aksi kepada pimpinan.

“Akan kita sampaikan apa adanya. Ini aksi tentang kinerja kejaksaan. Menurut kami, kinerja kejaksaan sudah optimal. Kalau ditanya ke kami pribadi, itu tidak fear. Kita bekerja, biarlah masyarakat yang menilai,” pugkasnya. (Are)

Editor: Donni