Fraksi SAR Beri Catatan Pemkab AS, Terhadap Raqan P-APBK Aceh Singkil TA 2020

68

ACEH SINGKILSidang Paripurna DPRK menggelar sidang pendapat akhir fraksi yang ada di DPRK Aceh Singkil (AS) dalam masa kerja satu tahun 2020-2021. Salah satu fraksi yang menyampaikan pandangan akhir fraksi yaitu Fraksi Sepakat Aceh Singkil (SAR), Jumat (25/9/2020).

Dalam penyampaian Fraksi SAR yang dibacakan oleh H Bainuddin Ondo mengatakan, dari Fraksi Sepakat Aceh Raya menekankan kepada Pemda Aceh Singkil untuk memanfaatkan momentum perubahan APBK Aceh Singkil tahun anggaran 2020 ini, dengan sebaik-baiknya dengan melakukan persiapan dan perencanaan yang matang terlebih dalam hal pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Kami berharap pemda lebih giat lagi dalam mengontrol penggunaan alokasi anggaran pencegahan dan penanganan covid-19 yang begitu besar yang telah di alokasikan maupun yang akan dilokasikan kepada SKPK yang terkait,” kata H Bainuddin Ondo selaku juru bicara.

Lanjut Ondo, bahwa dari fraksi SAR juga nenekankan kepada pemda untuk dapat memprioritaskan penanganan dampak ekonomi masyarakat dan UMKM yang ada di Kabupaten Aceh Singkil. Masyarakat dan UMKM yang sangat merasakan dampak dari Covid-19 ini, hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan UMKM agar bangkit menghidupi dirinya sendiri. Sehingga pemda harus cepat tanggap dlam menanganinya serta di harapkan penanganan tersebut tepat sasaran. “Kami dari fraksi SAR juga memiliki beberapa catatan atas hal tersebut,” tambah Ondo.

Selain itu menurutnya, pertama dari fraksi SAR menghimbau kepada pemda untuk memprioritaskan anggaran pada pembangunan dan pelayanan kesehatan pada RSUD Aceh Singkil.

“Pemda harus mampu memastikan bahwa masyarakat menikmati pelayanan dan manfaat dari hasil pembangunan yang ada. Kepuasan pasien atas pelayanan merupakan kunci penting dalam meningkatkan pelayanan yang berkualitas,” imbuh Ondo.

Kedua dari fraksi SAR menegaskan bahwa APBD Kabupaten Aceh Singkil benar-benar dapat dirasakan manfaatnya terutama bagi masyarakat perkampungan yang terpencil yang masih jauh tertinggal dengan pelayanan yang didapat oleh masyarakat di perkotaan.

“Hingga tahun 2020 ini masih banyak di Kabupaten Aceh Singkil kampung yang belum bisa menikmati akses jalan yang memadai, seperti jalan lingkar Pulau Balai – Teluk Nibung Kecamatan Pulau Banyak, pengaspalan jalan di Kecamatan Kuala Baru yang belum pernah terlaksana dan ruas jalan dari Desa Seping Baru ke Desa Gunung Lagan (depan RSUD) serta pengaspalan jalan lingkar yang menghubungkan Kecamatan Kuta Baharu dengan Kecamatan Gunung Meriah yang melalui akses jalan  PT Nafasindo dan juga pembangunan jembatan Desa Lae Sipola kecamatan Singkohor,” tuturnya.

Masih menurut dia, dan bila perlu pemda bekerjasama dengan HGU-HGU berkontribusi terhadap perawatan-perawatan jalan tersebut. Ketiga, juga melihat perlu adanya pentaan dan pengawasan yang serius dari pemda terhadap pemerintahan desa dan mukim di wilayah Kabupaten Aceh Singkil, termasuk anggaran BUMK dalam hal ini pemda harus selalu memantau dan melakukan pengawasan terhadap dana desa tersebut serta melakukan audit berkala terhadap anggaran yang diperuntukan itu. Dan keempat, mengenai penerangan lampu jalan di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Singkil, melihat begitu banyak lampu penerangan jalan yang tidak berfungsi secara optimal sehingga berdampak pada mobilitas masyarakat pada malam hari.

“Kami berharap kepada bupati untuk dapat menindaklanjuti dan menekankan kepada SKPK terkait, agar sesegera mungkin mengoptimalkan fasilitas dalam hal ini lampu penerangan jalan tersebut,” harapnya.

 

Laporan : Ramail III Editor : Syarif

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here