Firsyah, Anggota DPRD Muratara Deadline Penyidik Hingga 27 September, Ungkap Kasus Percobaan Pembunuhan Dirinya 

MURATARA – Firsyah H Lakoni atau yang akrab dipanggil Firsyah, Anggota DPRD kabupaten Muratara dari Partai Nasdem ini memberikan deadline jajaran Polres Muratara sampai tanggal 27 September 2022 nanti, untuk mengungkap dan menangkap para pelaku percobaan pembunuhan terhadap dirinya, beberapa waktu lalu. 

Pernyataan itu disampaikan Firsyah, saat disambangi di rumahnya, pada Sabtu, 24 September 2022.

“Kalau sampai Selasa (27 September) tidak ada tindak lanjut dari pihak Polres Muratara, maka saya akan melaporkan ke Polda masalah ini. Saya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polda, untuk mengungkap kasus ini,” tegas Firsyah.

Dia berharap, pihak Polres Muratara transparan dan bertindak tegas dengan persoalan ini. Firsyah ingin secepatnya pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum karena menyangkut nyawa manusia.

“Saya juga tidak mengerti apabila senjata pelaku itu meletus, mungkin saya sudah mati, tapi Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya. Karena pelaku mau menembak saya jaraknya sekitar 1 meter. Senjata yang digunakan pelaku diduga jenis Colt otomatis sebab empat kali tidak meletus. Mobil yang dikendarai pelaku yakni jenis Toyota Cayla BG 1352 Q warna silver,” ucapnya.

Politisi Partai Nasdem ini menjelaskan, dirinya sudah melaporkan kejadian pengancaman dan percobaan pembunuhan itu. Termasuk beberapa saksi ia sebutkan, juga sudah memberikan keterangan.

Dia menceritakan, pada 21 September 2022, ia melapor ke Polres Muratara terkait dugaan perencanaan pembunuhan kepadanya. “Di Polres saya bertemu dengan Kanit Pidum. Kanit Pidum menyuruh saya buat laporan sementara ke PPA. Laporan saya diterima langsung oleh Kanit PPA Winarno. Saya langsung diperiksa Winarno dan saya juga meminta kepada Kanit PPA untuk memeriksa 4 saksi, tapi jawaban Kanit PPA kalau untuk memeriksa 4 orang saksi, Winarno angkat tangan dan tidak sanggup. Lalu saya disuruh datang lagi 23 September 2022,” terangnya.

Selanjutnya, Firsyah dan beberapa saksi memenuhi keinginan penyidik datang pada Jum’at (23/9/2022) ke Polres Muratara.

“Ada 4 saksi dimintai keterangan selama 4 jam. Lalu Kanit Pidum meminta kepada saya untuk menghadirkan 2 saksi lagi yang pernah lihat dan kenal siapa yang membawa mobil tersebut. Senin (26/9/2022) ini, saya akan hadirkan saksi saksi lagi,” ujar tokoh masyarakat Muratara ini. (SMSI Silampari)

Editor: Donni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *