Enam Bulan Kasus Kaca Mobil Wartawan Pecah Tak Terungkap, Pelaku Masih Bergentayangan!

38
Semenjak dilaporkan ke Polsek Pancur Batu pada tanggal 5 Februari 2020 lalu, sampai sekarang kasus tindak pidana pengrusakan mobil wartawan yang terparkir di Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang tidak kunjung terungkap.

sumateranews.co.id, DELI SERDANG, – Semenjak dilaporkan ke Polsek Pancur Batu pada tanggal 5 Februari 2020 lalu, sampai sekarang kasus tindak pidana pengrusakan mobil wartawan yang terparkir di Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang tidak kunjung terungkap.

Kondisi ini pun mulai menimbulkan tanda tanya, karena sudah 6 bulan kasusnya tidak berhasil diungkap pihak Polisi Pancur Batu. Padahal menurut korban, ada cctv yang sudah dikantongi penyidik dan di dalam CCTV tersebut terlihat dua orang yang mengendarai sepeda motor diduga matic mendekati dan melempar kaca mobil milik korban yang terparkir di Simpang Tuntungan, Kecamatan Pancur Batu hingga pecah.

Dikatakan korban, sebelum kejadian pelemparan kaca mobil itu terjadi, dirinya melihat seorang pria asal Kabupaten Sidikalang (Dairi) datang membeli hp di sebuah counter hp di Simpang Tuntungan, lalu keesokan / dua hari kemudian pria yang mengaku sebagai supir datang kembali ke toko dengan beralaskan bahwa hp Iphone yang dia beli rusak.

Kedatangan pria inipun ke Toko Counter dengan membawa sejumlah pria berseragam OKP. Menindak lanjuti hal tersebut korban yang pada saat itu sedang berbelanja kursi mendadak mendapatkan telepon dari seorang pria yang diduga bernama “Indra”.

Saat itu yang menelepon diduga sempat meminta agar uang dikembalikan dengan nada keras, “pulangkan saja uangnya , dia itu family saya”. Saat itu korban yang tengah dalam perjalanan kembali ke toko menjelaskan melalui selular bahwa ketika pembelian semuanya sudah dicek, tidak ada yang rusak, jika rusak akan dicek terlebih dahulu.

Sepanjang perjalanan menuju ke Pancur Batu, korban terus mendapatkan telepon dari pihak pembeli, dan setibanya di Counter Hp yang berada di Simpang Tuntungan korban bersama saudara kandungnya Leo Sembiring yang merupakan wartawan media online melihat sejumlah anggota OKP sudah berada di toko dan sebagian duduk di samping warung .

Sesampainya di toko, korban disambut sejumlah pria berwajah bringas. Selanjutnya korban langsung melakukan pengecekan terhadap ponsel tersebut dan ternyata ponsel diketahui tidak memiliki pulsa sehingga tidak bisa digunakan. Tak lama kemudian, satu per satu rombongan itu pergi meninggalkan lokasi toko.

Namun kejadian baru diketahui, setelah berselang beberapa menit kemudian Leo Sembiring bermaksud ingin kembali kerumah, saat hendak membuka pintu mobil itulah dirinya melihat kaca mobil sudah pecah dan langsung menghubungi Polisi guna membuat laporan ke Polsek Pancur Batu, yang sudah 6 bulan ini tidak ada hasilnya.

Korban pun meminta kepada Kapolda Sumut untuk segera menangkap pelaku dalam pemecahan kaca tersebut, karena sudah jelas di CCTV yang menyorot kejadian yang sempat menggemparkan simpang Tuntungan Pancur Batu tersebut.

Korban juga meminta agar imbauan Kapolda Sumut Irjan Pol Martuani Sormin “Tidak Ada Tempat Bagi Pelaku Kejahatan dapat Diterapkan di Pancur Batu”.

Bahkan korban berharap agar penanganan laporannya diambil alih Polda Sumut karena sudah 6 bulan peristiwa ini terjadi tapi pelakunya masih bergentayangan.

”Kenapa pelaku pelemparan kaca aja tidak mampu ditangkap,” tandasnya, kecewa.

Sebelumnya, Kapolsek Pancur Batu AKP Dedy Dharma, SH dan Kanit Reskrim AKP Syahril, SH hanya bungkam dan tidak mau mejawab saat dikonfirmasi sebanyak 2 kali melalui pesan WhatsApp, begitupun saat dihubungi tidak mau menjawab, belum lama ini.

Laporan : Leo III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here